Polisi Vancouver Tolak Pengawalan Khusus Gianni Infantino: Standar IPP Tidak Dipenuhi, FIFA Beri Klarifikasi

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 01 Mei 2026 | Vancouver, Kanada – Pada Rabu (29 April 2026), Departemen Kepolisian Vancouver secara resmi menolak permintaan pengawalan khusus bagi Presiden FIFA, Gianni Infantino, selama kunjungan resmi ke kota tersebut. Penolakan ini diumumkan melalui pernyataan Wakil Kepala Polisi Vancouver, Don Chapman, yang menegaskan bahwa pengawalan dalam bentuk iring-iringan resmi dengan penutupan jalan hanya diperuntukkan bagi kepala negara atau individu yang memenuhi standar Internationally Protected Person (IPP).

Chapman menjelaskan, “Pengawalan resmi yang menghentikan lalu lintas diperuntukkan bagi kepala negara. Karena eksekutif FIFA tidak memenuhi standar IPP, permintaan tersebut kami tolak.” Pernyataan ini muncul di tengah rangkaian pertemuan penting FIFA yang berlangsung di Vancouver, salah satu dari enam belas kota tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026.

Baca juga:
Lautaro Martínez Kembali Cedera: Ancaman Besar bagi Argentina di Piala Dunia

Standar Pengawalan Internasional (IPP)

Internationally Protected Person (IPP) adalah kategori yang ditetapkan oleh otoritas keamanan internasional untuk individu yang memerlukan perlindungan ekstra karena jabatan atau ancaman khusus. Kriteria utama IPP meliputi:

  • Jabatan resmi yang diakui secara internasional, seperti kepala negara, kepala pemerintahan, atau pejabat tinggi diplomatik.
  • Ancaman keamanan yang terverifikasi oleh badan intelijen atau lembaga keamanan nasional.
  • Kebutuhan pengawalan yang melibatkan penutupan jalan, pengalihan arus lalu lintas, atau penggunaan kendaraan khusus.

Dalam konteks ini, FIFA menegaskan bahwa Gianni Infantino, meskipun memegang posisi tertinggi dalam organisasi sepak bola dunia, tidak termasuk dalam kategori IPP karena tidak memenuhi ketiga kriteria di atas.

Reaksi FIFA dan Penjelasan Panitia Lokal

Setelah penolakan tersebut, juru bicara FIFA memberikan klarifikasi kepada media internasional, termasuk ESPN. Menurut pernyataan resmi, FIFA tidak pernah mengajukan permintaan pengawalan khusus untuk Infantino. “Presiden FIFA tidak mengetahui atau terlibat dalam permintaan apa pun kepada otoritas setempat terkait transportasi dan keamanan dirinya selama Kongres FIFA ke-76,” ujar juru bicara tersebut.

FIFA menambahkan bahwa koordinasi keamanan selama kongres dilakukan oleh panitia lokal, FWC26 Canada, yang bertanggung jawab mengatur kebutuhan semua delegasi, tamu, dan pemangku kepentingan. Panitia tersebut memastikan keamanan umum bagi seluruh peserta, tanpa memberikan perlakuan khusus yang melanggar kebijakan kepolisian setempat.

Baca juga:
Mourinho Gigit Ancelotti: Mengabaikan Neymar Setara Hilangnya Messi atau Ronaldo?

Kongres FIFA ke-76, yang berlangsung pada 30 April 2026, merupakan pertemuan tahunan yang dihadiri perwakilan dari 211 asosiasi sepak bola anggota FIFA. Di sela‑sela agenda tersebut, organisasi tersebut mengumumkan beberapa keputusan penting, termasuk perubahan aturan akumulasi kartu kuning di Piala Dunia, penambahan hadiah uang bagi tim peserta, serta pemberian izin kompetisi kembali bagi tim nasional wanita Afghanistan yang sempat dilarang berkompetisi internasional.

Penolakan pengawalan juga menimbulkan perdebatan di kalangan pengamat keamanan internasional. Beberapa pakar berpendapat bahwa standar IPP harus diterapkan secara konsisten untuk menghindari perlakuan istimewa yang dapat menimbulkan ketegangan diplomatik. Sementara itu, pihak lain menilai bahwa FIFA, sebagai organisasi non‑negara, tidak seharusnya mengharapkan perlakuan yang sama dengan kepala negara dalam konteks keamanan publik.

Sejumlah pejabat Kanada menegaskan pentingnya menghormati prosedur lokal dalam penyelenggaraan acara internasional. “Kami menyambut baik partisipasi FIFA dalam menyiapkan Piala Dunia 2026, namun setiap permintaan harus sesuai dengan hukum dan standar keamanan yang berlaku di Kanada,” ujar seorang pejabat senior dari Kementerian Luar Negeri Kanada.

Dengan penolakan ini, fokus keamanan selama Kongres beralih pada upaya koordinasi antara pihak kepolisian Vancouver, panitia lokal, dan tim keamanan FIFA. Semua pihak sepakat untuk menyediakan jalur transportasi aman, kontrol akses ke venue, serta pengawasan melalui kamera keamanan tanpa harus menutup jalan utama atau mengganggu aktivitas publik.

Baca juga:
Setelah Kalah dari Argentina, Pelatih Mauritania Doakan Messi Raih Trofi Dunia Lagi

Keputusan ini juga menjadi contoh bagaimana organisasi internasional harus menyesuaikan prosedur mereka dengan peraturan host city, terutama ketika melibatkan acara berskala besar seperti Piala Dunia. Meskipun tidak mendapatkan pengawalan khusus, Infantino tetap dapat berpartisipasi dalam agenda resmi tanpa hambatan signifikan, berkat dukungan logistik yang telah diatur secara menyeluruh.

Penolakan pengawalan khusus oleh Polisi Vancouver menegaskan pentingnya standar internasional dalam penanganan keamanan pejabat publik dan menyoroti peran kritis otoritas lokal dalam mengelola acara global. Kejadian ini juga memperlihatkan bagaimana FIFA berupaya menjaga netralitasnya dengan tidak meminta perlakuan istimewa, sekaligus memastikan keamanan seluruh delegasi melalui mekanisme yang telah disepakati bersama.

Tinggalkan komentar