Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 15 April 2026 | Barcelona mengajukan keluhan resmi kepada UEFA setelah kekalahan 2-0 melawan Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions. Keluhan tersebut menyoroti keputusan wasit yang, menurut pihak Blaugrana, mengabaikan pelanggaran handball oleh Marc Pubill yang seharusnya menghasilkan tendangan penalti dan kartu merah.
Insiden Kontroversial di Spotify Camp Nou
Pertandingan yang berlangsung pada hari Selasa malam berakhir dengan gol pertama Atletico melalui Julián Álvarez. Pada menit ke-31, setelah Juan Musso melakukan tendangan goal kick, Pubill bersentuhan dengan bola yang tampak berada dalam jangkauan kiper. Barcelona menilai tindakan tersebut sebagai handball jelas, mengingat Pubill sudah menerima kartu kuning sebelumnya, sehingga seharusnya mendapat kartu merah dan tim lawan berhak atas penalti.
Namun wasit tidak mengambil tindakan apa pun. Hansi Flick, pelatih Barcelona, menyatakan kekecewaannya secara terbuka di ruang ganti, menuduh keputusan tersebut merugikan timnya secara signifikan.
Proses Pengajuan Keluhan ke UEFA
Setelah pertandingan, Barcelona mengirimkan surat resmi ke Komite Etik, Kontrol, dan Disiplin UEFA (CEDB). Surat tersebut menuntut peninjauan ulang keputusan wasit serta sanksi terhadap Pubill. Barcelona berharap UEFA dapat memerintahkan pertandingan ulang atau setidaknya memberi sanksi disiplin kepada pemain dan/atau ofisial pertandingan.
Keputusan UEFA
Pada hari Selasa berikutnya, CEDB mengumumkan bahwa keluhan Barcelona dinyatakan “tidak dapat diterima” (inadmissible). Penjelasan singkat menyatakan bahwa tidak ada dasar hukum yang cukup untuk membuka prosedur banding atas keputusan wasit selama pertandingan berlangsung. UEFA menegaskan bahwa keputusan wasit bersifat final dan tidak dapat diganggu kecuali ada bukti pelanggaran prosedur yang jelas.
Dalam pernyataan resmi, UEFA menambahkan bahwa semua prosedur protestasi telah dipenuhi oleh Barcelona, namun tidak menemukan bukti kuat yang mendukung klaim handball atau pelanggaran aturan lainnya.
Reaksi dan Dampak Selanjutnya
Flick mencoba meredam kemarahan timnya dengan menyatakan kepercayaan pada wasit yang akan memimpin leg kedua di Metropolitano. “Kami tetap fokus pada pertandingan berikutnya dan menghormati keputusan wasit yang akan memimpin,” ujarnya.
Di sisi lain, publik dan media sepak bola Eropa menanggapi keputusan UEFA dengan beragam pendapat. Sebagian menilai keputusan tersebut wajar mengingat standar protestasi UEFA, sementara yang lain mengkritik kurangnya transparansi dalam proses peninjauan.
- Barcelona kehilangan kesempatan untuk mengejar gol tambahan di leg pertama.
- Atletico Madrid memanfaatkan keunggulan 2-0 untuk menguasai leg kedua.
- UEFA menegaskan pentingnya finalitas keputusan wasit dalam kompetisi.
- Flick harus menyiapkan taktik baru tanpa mengandalkan keputusan arbitrase.
Leg kedua dijadwalkan berlangsung pada tanggal 4 April di Stadion Metropolitano, dengan Barcelona berupaya mengejar selisih dua gol. Hasil akhir pertandingan ini akan menentukan siapa yang melaju ke semifinal, sementara kontroversi ini tetap menjadi topik perbincangan di kalangan penggemar dan analis taktik.
Secara keseluruhan, penolakan UEFA terhadap keluhan Barcelona menegaskan posisi otoritatif lembaga tersebut dalam menjaga integritas kompetisi. Meskipun klub besar seperti Barcelona tidak berhasil mengubah keputusan yang dianggap merugikan, kasus ini memperlihatkan betapa ketatnya prosedur protestasi dan pentingnya disiplin dalam mengelola perselisihan di level tertinggi sepak bola Eropa.