Emma Roberts Menyuntingi Kenangan Melalui Dua Gaun Pengantin Bernuansa Nostalgia

Lifestyle44 Dilihat
banner 468x60

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 05 August 2026 | Emma Roberts telah menikah dengan Cody Johnson dalam sebuah upacara intim di Sun Valley, Idaho, pada 25 Juli 2026. Namun, perhatian tak hanya tertuju pada momen sakral tersebut, tetapi juga pada dua rancangan couture karya Monique Lhuillier yang ia kenakan sepanjang hari. Dua gaun tersebut lahir dari satu gagasan yang sangat personal: nostalgia.

Emma yang memiliki kecintaan pada buku-buku antik, perburuan benda-benda bersejarah, hingga koleksi ephemera menjadi benang merah dalam proses kreatif bersama Monique Lhuillier. Alih-alih menghadirkan gaun pengantin yang mengikuti pakem tradisional, keduanya memilih menerjemahkan kenangan tersebut ke dalam siluet, warna, dan material yang terasa seperti potongan kisah lama.

banner 336x280

Warna halaman buku menjadi titik awal dalam proses desain. Emma tidak menginginkan gaun berwarna putih terang. Sebagai gantinya, Monique Lhuillier mengembangkan rona ivory hangat yang terinspirasi dari halaman buku-buku antik yang telah menua. Warna tersebut menghadirkan nuansa vintage yang lembut sekaligus memperkuat karakter nostalgia yang menjadi fondasi keseluruhan rancangan.

Emma bahkan mengungkapkan bahwa sejak awal, warna menjadi elemen yang paling penting dalam proses desain. Baginya, siluet dapat berkembang, tetapi nuansa yang ingin dihadirkan harus lebih dulu terasa melalui palet warna yang dipilih.

Gaun utama kemudian dibangun melalui pendekatan couture khas Monique Lhuillier. Korset berstruktur membentuk siluet tubuh dengan presisi, sementara rok berlapis dipadukan dengan draping yang menciptakan gerakan lembut saat dikenakan. Keseluruhan proses pembuatannya berlangsung selama sembilan bulan dengan hampir 1.000 jam pengerjaan.

Sebuah selendang renda yang dapat dilepas turut menjadi bagian penting dari rancangan tersebut. Detail ini memungkinkan Emma menghadirkan tampilan berbeda saat beralih dari upacara menuju resepsi, tanpa kehilangan kesinambungan cerita yang telah dibangun sejak awal.

Tema nostalgia tidak berhenti pada gaun utama. Untuk pesta setelah resepsi, Emma memilih mengenakan korset arsip Monique Lhuillier dari koleksi Fall 2004. Korset tersebut dipadukan dengan rok tea-length yang dibuat khusus menggunakan lapisan organza sutra noir berwarna hitam.

Pilihan busana arsip ini menghadirkan kontras terhadap gaun utama, namun tetap berada dalam narasi yang sama. Jika tampilan pertama merujuk pada kehangatan halaman buku tua, maka penampilan kedua menghadirkan sisi nostalgia melalui karya yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang rumah mode Monique Lhuillier.

Alih-alih memisahkan kedua penampilannya menjadi dua identitas berbeda, Emma justru menjadikannya dua bab dari kisah yang sama. Satu menghadirkan romantisme yang lembut, sementara yang lain menutup perayaan dengan sentuhan arsip yang penuh karakter.

Pada akhirnya, dua gaun tersebut menunjukkan bahwa busana pengantin tak selalu harus mengikuti tradisi. Di tangan Emma Roberts dan Monique Lhuillier, couture menjadi medium untuk mengenakan kenangan, menghadirkan cerita, sekaligus merayakan hal-hal yang paling dicintai sebelum melangkah ke babak kehidupan yang baru.

banner 336x280
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:

Tinggalkan Balasan