Gang Kartini XIII Dalam Berubah Total: Dari Tumpukan Sampah Menjadi Galeri Seni yang Memukau

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 16 April 2026 | Gang Kartini XIII Dalam di RT 012 RW 01, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, yang dulu dikenal sebagai sudut kumuh dengan tumpukan sampah, pencahayaan minim, dan parkir liar, kini tampil sebagai ruang publik yang bersih, terang, dan dihiasi mural warna-warni.

Latar Belakang Kondisi Sebelumnya

Selama bertahun‑tahun, gang sempit ini menjadi saksi pemandangan suram. Sampah menumpuk di sepanjang trotoar, lampu jalan tidak berfungsi, dan motor-motor parkir sembarangan menghalangi akses pejalan kaki. Kondisi tersebut tidak hanya menurunkan estetika lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko kejahatan. Ketua RT 012, Muhammad Siddiq (34), mengingatkan, “Dulu area ini banyak sampah, gelap juga, banyak motor sering parkir sembarangan di sini. Saking gelapnya, motor kakak saya juga pernah hilang.”

Baca juga:
Intip Momen Seru Ji Chang‑wook di Jakarta: Dari Padel Hingga Belusukan ke SMA!

Lia (31), seorang warga, menambahkan, “Sebelum ditata, banyak gambar‑gambar yang nggak senonoh, kusam juga kelihatannya. Gelap juga di sini, kalau malam anak‑anak lewat suka takut.”

Upaya Penataan oleh Kelurahan Kartini

Pada kuartal I 2026, Kelurahan Kartini meluncurkan program penataan kawasan yang dimulai pada Januari dan berakhir pada akhir Maret. Tim kebersihan dan perencanaan kota bekerja sama dengan warga untuk membersihkan sampah, memperbaiki instalasi listrik, serta mengatur kembali zona parkir. Selain itu, dinding‑dinding yang dulunya penuh coretan vandalisme diubah menjadi kanvas mural berwarna cerah, melibatkan seniman lokal.

  • Pembersihan total sampah dan puing‑puing
  • Penggantian lampu jalan LED dengan intensitas tinggi
  • Pemasangan rambu larangan parkir liar
  • Pembuatan mural tematik yang menonjolkan budaya Jakarta
  • Pengadaan tempat sampah terpisah untuk daur ulang

Seluruh tahapan dilakukan secara terkoordinasi, dengan melibatkan relawan RT serta pelajar setempat yang membantu mengawasi kebersihan harian.

Baca juga:
Drama ‘Absolute Value of Romance’ Siapkan Romansa Cerdas dan Kompetisi Akting Antara Kim Hyang Gi & Cha Hak Yeon

Reaksi Warga Setelah Transformasi

Setelah proses beautifikasi selesai 100 persen, perubahan terlihat jelas. Dinding yang dulu penuh coretan kini menampilkan lukisan mural yang menenangkan mata. Jalanan menjadi lebar, bersih, dan bebas dari kendaraan yang parkir sembarangan. Rasa aman kembali menyelimuti warga ketika melintasi gang pada malam hari.

Lia menyatakan rasa lega, “Alhamdulillah enakan, nyaman, senang, jadi nggak takut lagi tuh anak‑anak kalau balik lewat gang.” Sementara Fino (17), seorang remaja, menambahkan, “Sekarang lumayan keren dikreasi kayak gini, bagus, banyak lukisan, udah nggak ada motor lagi. Setelah ditata ngerasa lebih nyaman aja, nggak banyak sampah, keren, gangnya jadi lebih asik.”

Fino juga memberikan ide agar estetika gang tetap terjaga, “Harapan saya sih pasang Wi‑Fi, biar anak‑anak nongkrong di sini, biar terpantau juga kebersihannya.”

Baca juga:
7 Tas Mini Pilihan Tepat untuk Lebaran 2026: Simpel, Stylish, dan Fungsional

Dampak Positif dan Harapan Masa Depan

Transformasi ini memberikan dampak ganda. Dari sisi sosial, warga merasa lebih aman dan lebih bersosialisasi di ruang publik yang kini lebih menarik. Dari sisi ekonomi, nilai properti di sekitar gang mengalami peningkatan, dan potensi usaha kecil seperti kios makanan ringan mulai tumbuh.

Kelurahan Kartini menegaskan komitmen untuk memelihara kebersihan dan keamanan gang ini secara berkelanjutan. Rencana selanjutnya meliputi penambahan CCTV, perawatan rutin mural, serta program edukasi lingkungan bagi generasi muda.

Dengan keberhasilan penataan Gang Kartini XIII Dalam, diharapkan contoh serupa dapat diterapkan di area‑area lain yang mengalami masalah serupa di Jakarta Pusat maupun kota‑kota lain di Indonesia.

Tinggalkan komentar