Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 21 Maret 2026 | Lamandau kembali menjadi sorotan publik pada sore menjelang Idul Fitri ketika ribuan warga menelusuri jalanan desa dengan riuh takbir, menandai pawai takbir keliling yang menjadi magnet kebahagiaan sekaligus simbol kebersamaan. Acara yang biasanya berlangsung pada malam takbiran itu kali ini mendapat sorotan khusus setelah Herianto, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lamandau, secara terbuka menyampaikan apresiasi atas semarak budaya yang berhasil menghidupkan kembali tradisi lokal.
Suasana Pawai Takbir di Lamandau
Pawai takbir dimulai tepat setelah azan maghrib, ketika lampu-lampu jalanan dinyalakan serentak, menciptakan kilau warna-warni yang memantul di atas kendaraan tradisional. Bajaj-bajaj berwarna cerah, dihiasi ornamen kertas krep, lampu LED, dan gambar-gambar islami, melaju beriringan sambil mengeluarkan takbir yang bergema hingga ke pelosok desa. Penonton yang berdiri di pinggir jalan, baik anak-anak maupun lansia, ikut mengangkat tangan, menambah nuansa khidmat sekaligus meriah.
Irama musik tradisional, yang dipadukan dengan alunan modern, mengiringi setiap putaran kendaraan. Gamelan, seruling, dan drum tradisional menambah kedalaman suara takbir, sementara pengeras suara memastikan setiap kalimat terdengar jelas. Sejumlah kelompok remaja menyiapkan koreografi sederhana, menari di antara kendaraan, menambah unsur hiburan yang mengundang sorakan penonton.
Herianto Menyampaikan Apresiasi
Setelah pawai selesai, Herianto muncul di antara kerumunan, mengenakan pakaian resmi dengan senyum lebar. “Saya sangat bangga melihat semangat warga Lamandau dalam melestarikan tradisi takbir keliling. Kemeriahan ini bukan sekadar hiburan, melainkan wujud nyata keimanan yang bersinergi dengan kebudayaan lokal,” ungkapnya dengan nada antusias. Ia menambahkan bahwa dukungan pemerintah daerah akan terus mengalir untuk memperkuat infrastruktur serta memberikan pelatihan bagi pengrajin dekorasi kendaraan, guna menjaga kualitas visual pawai di tahun-tahun mendatang.
Herianto juga menyoroti partisipasi aktif para pelaku usaha kecil yang menyediakan bahan dekorasi, makanan, dan perlengkapan audio. “Kerjasama antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam menciptakan acara yang tidak hanya menghibur, tetapi juga berkelanjutan,” tambahnya.
Keterlibatan Masyarakat dan Nilai Kebersamaan
Warga Lamandau menunjukkan solidaritas tinggi, dengan banyak rumah membuka pintu bagi peserta pawai untuk beristirahat sejenak. Makanan khas seperti ketupat, opor, dan kue tradisional disajikan secara gratis, menambah rasa kehangatan di antara para peserta. Anak-anak yang berlarian sambil memegang lentera kecil menambah nuansa magis pada pawai, seolah-olah cahaya harapan menyatu dengan takbir yang menggema.
Selain itu, panitia pawai melibatkan organisasi keagamaan lokal untuk memastikan bahwa setiap tahapan acara tetap berada dalam koridor syariat Islam. Penjagaan keamanan, penataan lalu lintas, serta pemantauan kebersihan jalan menjadi prioritas, memastikan bahwa perayaan tidak mengganggu aktivitas harian warga.
Makna Budaya dan Religi dalam Pawai Takbir
Pawai takbir keliling di Lamandau bukan sekadar tradisi baru; ia memiliki akar yang dalam pada budaya setempat. Sejak beberapa dekade lalu, masyarakat desa ini telah menggabungkan ritual takbir dengan parade kendaraan sebagai bentuk syukur atas panen yang melimpah dan harapan akan rezeki yang berlimpah. Penambahan elemen modern, seperti lampu LED dan musik kontemporer, menandakan dinamika budaya yang terus beradaptasi tanpa menghilangkan esensi spiritualnya.
Peneliti budaya lokal berpendapat bahwa pawai takbir menjadi jembatan antar generasi, di mana nilai-nilai keagamaan ditransmisikan melalui pengalaman visual dan auditory yang kuat. Anak-anak yang menyaksikan atau terlibat langsung dalam pawai cenderung memiliki ikatan emosional yang lebih dalam terhadap tradisi, sehingga memperkuat identitas kebudayaan mereka.
Prospek Ke Depan
Melihat antusiasme yang meluas, pihak berwenang berencana menjadikan pawai takbir keliling sebagai agenda tahunan yang terintegrasi dalam kalender pariwisata daerah. Upaya ini diharapkan dapat menarik wisatawan domestik yang ingin merasakan atmosfer religius sekaligus budaya unik Lamandau. Dengan promosi yang tepat, pawai takbir dapat menjadi magnet ekonomi, memberikan peluang kerja baru bagi penduduk setempat.
Herianto menutup kunjungannya dengan harapan bahwa semangat kebersamaan ini tidak akan pudar. “Mari kita jaga api takbir ini tetap menyala, tidak hanya pada malam takbiran, tetapi juga dalam setiap tindakan baik yang kita lakukan,” ujarnya, menandai akhir acara yang diakhiri dengan doa bersama.