Kista Bahu Akibat Kecanduan Padel: Mengapa Olahraga Populer Ini Bisa Menyebabkan Cedera Serius?

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 27 April 2026 | Seorang wanita berusia 28 tahun asal Jakarta Barat, Michelle Young Jonathan, menggemparkan publik setelah mengungkap bahwa ia didiagnosa mengalami kista bahu akibat bermain padel secara berlebihan. Michelle, yang sejak Oktober 2025 rutin menghabiskan waktu berjam‑jam di lapangan, mengaku tidak menyadari bahaya yang mengintai ketika ia mengabaikan sinyal kelelahan tubuh.

Latar Belakang Kecanduan Padel

Padel, olahraga raket yang menggabungkan elemen tenis dan squash, semakin populer di Indonesia sejak 2025. Michelle, yang sebelumnya aktif dalam renang dan basket, tertarik pada kecepatan dan kompetisi padel. Ia mengakui hampir bermain setiap hari, bahkan dalam satu kesempatan ia bermain dari pukul 17.00 hingga 03.00 pagi tanpa jeda istirahat yang memadai.

Baca juga:
76 Titik Salat Idulfitri di Jakarta, Jumat 20 Maret 2026: Panduan Lengkap untuk Jamaah

Gejala dan Diagnosis

Setelah menyelesaikan sebuah turnamen, Michelle merasakan kelemahan ekstrem pada lengan kanan, hingga sulit mengangkat tas. Rasa sakit menyebar ke bahu, siku, dan pergelangan tangan. Pemeriksaan medis menggunakan MRI mengungkap adanya peradangan pada tendon, sendi, serta pembentukan kista berisi cairan di area tulang bahu. Dokter juga menemukan cedera pada ligamen kolateral medial (MCL) siku serta overuse pada pergelangan tangan.

Penyebab Medis Menurut Dokter

Dr. Sophia Hage, Spesialis Kedokteran Olahraga, menjelaskan bahwa kista bahu pada kasus ini merupakan konsekuensi dari penggunaan otot dan tendon secara berulang tanpa pemulihan yang cukup. “Overuse menginduksi peradangan kronis, yang kemudian dapat memicu pembentukan bone cyst,” ujarnya. Faktor utama meliputi:

Baca juga:
Pengurangan 50% PKB Geely EX 2 di Jakarta: Simulasi Biaya dan Dampaknya
  • Gerakan servis dan smash berulang yang memberi beban berlebih pada otot deltoid dan rotator cuff.
  • Kekurangan pemanasan dan pendinginan yang tepat sebelum dan sesudah bermain.
  • Kurangnya latihan kekuatan pendukung, terutama otot inti dan punggung atas.
  • Tidak mendengarkan sinyal kelelahan tubuh, sehingga berlanjut pada cedera mikro.

Langkah Pencegahan dan Pemulihan

Dokter menyarankan beberapa strategi untuk mengurangi risiko kista bahu pada pemain padel:

  1. Pemanasan Terstruktur: Lakukan gerakan dinamis selama 10‑15 menit, fokus pada bahu, lengan, dan inti.
  2. Latihan Kekuatan: Sertakan angkat beban ringan atau resistance band untuk memperkuat rotator cuff dan otot punggung atas minimal dua kali seminggu.
  3. Pola Istirahat: Batasi sesi bermain tidak lebih dari 90 menit tanpa jeda, dan beri hari pemulihan penuh setelah kompetisi intens.
  4. Pendinginan: Akhiri setiap sesi dengan stretching statis untuk mengembalikan rentang gerak.
  5. Monitoring Nyeri: Jika rasa nyeri berlanjut lebih dari 48 jam, segera konsultasikan ke dokter spesialis olahraga.

Untuk Michelle, penanganan meliputi fisioterapi, terapi ultrasound, dan program rehabilitasi bertahap selama tiga bulan. Ia kini fokus pada kombinasi latihan kekuatan dan cardio ringan sebelum kembali ke lapangan.

Baca juga:
Resepsi El Rumi Gempar: Prabowo Hadir, Dewa 19 Mengguncang Tanpa Once Mekel

Kasus ini menjadi peringatan bagi komunitas padel bahwa popularitas suatu olahraga tidak menghilangkan kebutuhan akan pendekatan medis yang tepat. Kesadaran akan pentingnya pemanasan, istirahat, dan latihan pendukung dapat mencegah cedera serius seperti kista bahu.

Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip kedokteran olahraga ke dalam rutinitas latihan, pemain padel dapat menikmati manfaat kebugaran tanpa mengorbankan kesehatan sendi dan tulang.

Tinggalkan komentar