Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 19 April 2026 | Boiyun, artis muda yang sempat menjadi sorotan publik setelah pernikahannya dengan Rully Anggi Akbar (yang lebih dikenal dengan sebutan Ezel) hanya berlangsung dua bulan, kini mengungkapkan trauma mendalam yang membuatnya enggan didekati pria. Pernikahan yang semula diharapkan menjadi babak baru kebahagiaan berakhir dengan perceraian yang dipicu kekecewaan, tuduhan penggelapan dana, dan rasa ditinggalkan tanpa kabar.
Menurut keterangan yang beredar, Boiyun mengaku merasa “tidak dianggap” sebagai pasangan sejati oleh Rully. Hal ini terungkap dalam beberapa wawancara dan pernyataan yang dirangkum oleh media hiburan. Boiyun menyatakan bahwa selama pernikahan singkat itu, ia sering mendapat perlakuan yang seolah-olah ia hanyalah seorang “adegan” dalam kehidupan sang suami, bukan seorang pasangan yang setara.
Faktor-faktor yang Memicu Perceraian
Penyebab utama perceraian Boiyun dan Rully Anggi Akbar dijelaskan sebagai kekecewaan Boiyun atas sikap suaminya yang meninggalkannya tanpa penjelasan. Rully, yang pada saat itu tengah terjerat kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi ratusan juta rupiah, tidak hanya mengabaikan kewajiban keuangan, tetapi juga menghilang dari kehidupan pribadi Boiyun. Boiyun mengaku merasa “dibiarkan” dan “dianggap apa” setelah Rully menghilang, menimbulkan rasa tidak aman yang kini memengaruhi cara ia berinteraksi dengan pria lain.
Reaksi Lingkaran Terdekat
Kasus ini juga melibatkan tokoh-tokoh lain di industri hiburan. Gading Marten, sahabat dekat Boiyun, secara terbuka meminta maaf karena tidak dapat menghadiri pernikahan mereka. Dalam pernyataan singkat, Gading mengungkapkan bahwa ia sudah memiliki perasaan khusus terhadap Boiyun, namun tak sempat menyalurkannya pada hari bahagia tersebut. Penyesalan tersebut menambah kompleksitas emosional yang dirasakan Boiyun.
Selain itu, Andre Taulany, seorang komedian senior, mengisahkan pengalaman pribadinya yang terasa “ditipu” oleh Rully. Dalam sebuah video di kanal YouTube miliknya, Andre mengingat kembali momen ketika Rully menyapanya dengan hangat pada hari pernikahan, bahkan memeluknya dan mengucapkan terima kasih atas peran Andre dalam menjaga Boiyun selama ini. “Dia peluk gue, dia bilang ‘makasih ya Pak Haji udah jagain Boiyun selama ini sebagai adek. Sekarang giliran saya yang ngejagain’,” ujar Andre. Namun, seiring berjalannya waktu, Rully terjerat masalah hukum dan meninggalkan Boiyun, membuat Andre merasa dibohongi oleh janji-janji manis itu.
Dampak Psikologis pada Boiyun
Trauma yang dialami Boiyun tidak hanya bersifat fisik atau sosial, melainkan menyentuh ranah psikologis. Boiyun mengaku kini merasa takut ketika seorang pria mencoba mendekatinya, khawatir akan mengulangi pengalaman yang menyakitkan. Ia menyatakan, “Setelah dua bulan nikah, saya malah menjadi orang yang trauma. Saya takut lagi bersandar pada seseorang yang mungkin saja akan menghilang lagi.”
Para psikolog mengingatkan bahwa pengalaman seperti ini dapat menimbulkan gangguan kecemasan, penurunan rasa percaya diri, dan bahkan depresi bila tidak ditangani dengan tepat. Mereka menyarankan agar korban seperti Boiyun mendapatkan dukungan profesional, serta lingkungan sosial yang memahami dan tidak memaksa untuk segera kembali ke dunia percintaan.
Langkah Selanjutnya
- Boiyun berencana fokus pada karier aktingnya dan memperkuat jaringan dukungan pribadi.
- Rully Anggi Akbar masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian terkait dugaan penipuan dana investasi.
- Gading Marten mengungkapkan niatnya untuk tetap menjadi sahabat dekat Boiyun tanpa menambah beban emosional.
- Andre Taulany berjanji akan lebih selektif dalam menilai orang di sekitarnya, terutama yang memiliki kaitan dengan kasus hukum.
Kasus ini menjadi pengingat bagi publik bahwa pernikahan selebriti tidak selalu menjamin kebahagiaan, dan bahwa tindakan kriminal di luar rumah dapat berdampak signifikan pada kehidupan pribadi pasangan. Boiyun kini berusaha menyembuhkan luka batinnya, sambil tetap melanjutkan karier di dunia hiburan dengan harapan suatu hari dapat menemukan kebahagiaan yang sejati tanpa rasa takut.
Dengan segala dinamika yang terjadi, publik diharapkan dapat memberikan ruang bagi Boiyun untuk pulih, serta menuntut proses hukum yang adil terhadap Rully Anggi Akbar.