Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 14 April 2026 | Jakarta, 14 April 2026 – Pada Selasa siang, puluhan pengemudi ojek online (ojol) menggelar demonstrasi di depan kantor Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang berlokasi di Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Aksi protes tersebut dipicu oleh pernyataan kontroversial Saiful Mujani yang menyarankan “menggulingkan” Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sebuah forum diskusi. Para demonstran menuntut agar Mujani secara terbuka meminta maaf dan menarik kembali ucapannya.
Demonstrasi dimulai sekitar pukul 12.00 WIB, dipimpin oleh mobil komando yang melaju menuju SMRC dengan para peserta mengenakan seragam berwarna hijau‑kuning khas komunitas ojol serta membawa bendera organisasi. Di antara mereka, Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online Indonesia, Cecep Syafrudin (juga disebut Cecep Saripudin pada beberapa laporan), menyampaikan orasi tegas yang menyoroti bahaya pernyataan Mujani. “Pernyataan yang mengajak masyarakat untuk menggulingkan kepemimpinan sah adalah narasi yang berbahaya dan dapat menimbulkan konflik,” ujarnya.
Permintaan dan Ancaman Massa
Cecep menegaskan dua tuntutan utama: pertama, Saiful Mujani harus mengeluarkan permintaan maaf publik melalui media televisi dan daring; kedua, aparat kepolisian harus segera menyelidiki potensi makar yang terkandung dalam pernyataannya. “Jika dalam tiga kali 24 jam tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar,” tegasnya, menambah tekanan pada pihak SMRC.
Para pengemudi ojol juga menyinggung kebijakan pemerintah yang selama ini dianggap pro‑ojol, termasuk pemberian Bonus Hari Raya (BHR) yang baru saja diumumkan oleh Presiden Prabowo. “Salah satu bentuk perhatian pemerintah adalah BHR untuk ojol, yang sebelumnya tidak pernah kami dapatkan,” kata Cecep, menegaskan bahwa hubungan antara pemerintah dan komunitas ojol masih berada pada jalur positif, asalkan tidak ada provokasi seperti yang dilakukan Mujani.
Pengamanan dan Respons Polisi
Menanggapi potensi kerusuhan, kepolisian Metro Jakarta Pusat menyiagakan sekitar 476 petugas, dengan puluhan di posisi penjagaan di sekitar kantor SMRC sejak pukul 11.00 WIB. Meskipun belum ada massa yang masuk pada awalnya, polisi tetap menutup akses jalan utama dan mengatur lalu lintas di sekitar area demonstrasi. Erlyn Sumantri, Kasi Humas Polres Metro, mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan tersebut dan mencari rute alternatif demi mengurangi kemacetan.
Petugas juga mengawasi titik‑titik strategis di sekitar kantor, sambil menyiapkan penanggulangan bila terjadi eskalasi. Hingga saat penulisan, tidak ada laporan kerusuhan atau penangkapan.
Reaksi Lingkungan Politik
Pernyataan Saiful Mujani yang menyinggung “gulingkan Prabowo” menimbulkan gelombang protes tidak hanya dari komunitas ojol, melainkan juga dari aktivis sosial dan kelompok kepentingan lain. Beberapa pihak menuduh bahwa seruan tersebut dapat dikategorikan sebagai makar, dan melaporkan Mujani ke aparat penegak hukum. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai status hukum pernyataan tersebut.
Di sisi lain, pihak pemerintah menegaskan komitmen untuk tetap menjaga dialog terbuka dengan semua elemen masyarakat, termasuk pengemudi ojek online. Program BHR dan upaya peningkatan kesejahteraan pengemudi dipandang sebagai langkah konkret dalam meredam ketegangan.
Situasi Lalu Lintas dan Dampak Sosial
Karena demonstrasi berlangsung di kawasan Menteng yang strategis, lalu lintas di Jalan Cik Ditiro dan sekitarnya sempat mengalami kemacetan ringan. Pihak kepolisian menerapkan pengaturan lalu lintas situasional, menyesuaikan dengan jumlah massa yang hadir. Masyarakat diimbau untuk menggunakan transportasi alternatif atau menghindari jam sibuk.
Demonstrasi ini menjadi contoh nyata bagaimana kelompok profesi dapat memanfaatkan hak berkumpul untuk menuntut pertanggungjawaban publik, sekaligus menyoroti sensitivitas politik di tengah masa pemerintahan yang masih baru.
Dengan tekanan yang terus meningkat, masa depan Saiful Mujani Research and Consulting kini bergantung pada responnya terhadap tuntutan massa ojol. Jika Mujani menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan kembali netralitasnya, potensi eskalasi dapat diminimalisir. Sebaliknya, penolakan atau penundaan respons dapat memicu aksi lebih besar, menguji ketahanan keamanan dan kebijakan pemerintah dalam menanggapi dinamika sosial‑politik yang berkembang.