Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 29 Maret 2026 | Seorang gelandang asal Kroasia, Luka Modric, yang kini memperkuat lini tengah AC Milan, dilaporkan mencari ketenangan melalui bacaan Alquran setelah mengalami masa-masa sulit dalam kariernya. Praktik spiritual tersebut menarik perhatian publik dan menimbulkan perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola serta komunitas Muslim di seluruh dunia.
Modric, yang berusia 38 tahun, telah melewati berbagai tantangan sejak bergabung dengan AC Milan pada musim 2023/2024. Cedera yang berkepanjangan, persaingan internal, serta ekspektasi tinggi dari manajemen dan suporter membuatnya berada di bawah sorotan intens. Dalam sebuah wawancara eksklusif, pemain berusia 38 tahun mengungkapkan bahwa membaca Alquran secara rutin membantu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan fokus di lapangan.
Ritual Harian yang Menjadi Penopang Mental
Menurut sumber yang dekat dengan pemain, Modric memulai hari dengan membaca beberapa ayat suci sebelum berlatih. Ia menegaskan bahwa proses tersebut bukan sekadar kebiasaan religius semata, melainkan sebuah metode untuk menata kembali pikiran sebelum menghadapi tekanan kompetisi. “Saya merasa lebih tenang, lebih fokus, dan energi positif mengalir ke dalam diri saya,” ujar Modric dalam pernyataan tertulis yang diterima tim media AC Milan.
Ritual tersebut juga melibatkan doa khusus untuk tim dan rekan-rekan setimnya. Modric menyatakan harapannya agar Alquran dapat menjadi jembatan persatuan antar pemain yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama. Ia menambahkan, “Sepak bola adalah bahasa universal, dan spiritualitas dapat menjadi kekuatan tambahan dalam mencapai tujuan bersama. “
Dampak pada Performa di Lapangan
Sejak mengadopsi kebiasaan tersebut, performa Modric menunjukkan perbaikan signifikan. Statistik pertandingan terakhir mencatat peningkatan angka umpan tepat sasaran, penguasaan bola, serta kontribusi defensif. Pada pertandingan melawan Napoli, Modric mencatat tiga umpan kunci yang berujung pada gol penyerang Milan, menandai kembali perannya sebagai playmaker utama.
Para pelatih dan analis tak dapat mengabaikan korelasi antara stabilitas mental pemain dan kualitas permainan mereka. “Ketenangan batin memang memengaruhi keputusan cepat di lapangan,” kata pelatih Milan, Stefano Pioli, dalam konferensi pers pasca pertandingan. “Kami mendukung setiap cara yang dapat membantu pemain kami menjadi lebih baik, termasuk aspek spiritual. “
Respon Publik dan Media
Berita tentang kebiasaan Modric ini segera menyebar luas melalui media sosial, forum penggemar, dan portal berita olahraga. Banyak netizen memberikan dukungan, menyatakan bahwa contoh tersebut dapat menjadi inspirasi bagi atlet lain yang menghadapi tekanan serupa. Di sisi lain, sejumlah pihak menyoroti pentingnya menjaga batas antara kehidupan pribadi dan profesional, mengingat sorotan publik yang semakin tajam.
- Penggemar: Memuji keberanian Modric membuka sisi spiritual dalam dunia olahraga.
- Pakar Psikologi Olahraga: Menegaskan pentingnya teknik relaksasi untuk meningkatkan konsentrasi.
- Pengamat Agama: Menyambut positif upaya penyebaran nilai toleransi melalui figur publik.
Meski demikian, tidak semua komentar bersifat positif. Beberapa kritikus mengingatkan agar fokus utama tetap pada kinerja tim dan menghindari penggunaan platform publik untuk agenda pribadi. Namun, Modric menegaskan bahwa niatnya semata-mata untuk menjaga keseimbangan diri, bukan mempromosikan agenda agama tertentu.
Langkah Ke Depan
Ke depan, Modric berencana melanjutkan praktik tersebut dan mengajak rekan-rekannya untuk mencoba teknik relaksasi serupa, baik melalui membaca Alquran maupun metode meditasi lain yang sesuai dengan keyakinan masing-masing. AC Milan pun menyatakan dukungan penuh terhadap kebebasan beragama dan spiritualitas pemain, sejalan dengan nilai inklusif klub.
Dengan kombinasi pengalaman bermain kelas dunia dan pendekatan spiritual yang mendalam, Luka Modric menunjukkan bahwa keseimbangan mental dapat menjadi faktor penentu dalam meraih prestasi di level tertinggi. Cerita ini tidak hanya menginspirasi dunia sepak bola, tetapi juga mengingatkan bahwa di balik gemerlap kompetisi, manusia tetap mencari ketenangan batin untuk mengatasi tantangan hidup.
