71 Warga Blasteran Disumpah Jadi WNI, Upacara Penuh Haru di Bali

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 16 April 2026 | Denpasar, 15 April 2026 – Pada Rabu sore, Gedung Wanita Shanti Graha menjadi saksi momen bersejarah ketika 71 warga berketurunan blasteran resmi mengucapkan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Upacara pengambilan sumpah kewarganegaraan yang digelar oleh Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum) Bali ini dipenuhi oleh rasa kebanggaan, haru, dan semangat persatuan.

Proses Pengambilan Sumpah

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, menandai dimulainya rangkaian prosesi yang khidmat. Selanjutnya, Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 2/PWI Tahun 2026 tanggal 9 Februari 2026 dan Nomor 3/PWI Tahun 2026 tanggal 19 Februari 2026 tentang Pengabulan Kewarganegaraan dibacakan secara resmi oleh Kepala Bagian Yakinan dan Pengurusan Kewarganegaraan (Yankum) I, Wayan Redana.

Baca juga:
Alyssa Cordes: DJ Jerman yang Menggebrak Dunia Hiburan Indonesia dan Dipastikan Jadi Pacar Baru Baskara Mahendra

Setelah pembacaan keputusan, para peserta dipanggil satu per satu oleh Kakanwil Kemenkum Bali, Eem Nurmanah, untuk mengucapkan sumpah setia. Prosesi ini diikuti oleh rohaniawan lintas agama – Hindu, Islam, Buddha, Protestan, dan Katolik – yang masing-masing memimpin doa sesuai kepercayaan masing‑masing, menegaskan nilai toleransi berbangsa dan beragama.

Tokoh Penting yang Hadir

  • Eem Nurmanah – Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Bali, memimpin upacara dan menyalami tiap peserta.
  • Wayan Redana – Kadiv Yankum I, menyampaikan penjelasan teknis mengenai prosedur kewarganegaraan.
  • Perwakilan Direktorat Jenderal Imigrasi Bali – menjadi saksi resmi proses administrasi.
  • Perwakilan desa/kelurahan setempat – menambah nuansa kebersamaan komunitas lokal.

Keberadaan pejabat struktural dan fungsional Kemenkum, bersama perwakilan lembaga lain, menegaskan dukungan pemerintah pusat terhadap integrasi warga blasteran ke dalam bangsa Indonesia.

Reaksi dan Sentimen Peserta

Wajah-wajah penuh haru terlihat jelas ketika masing‑masing peserta mengucapkan sumpah. Banyak di antara mereka menuturkan rasa syukur karena kini dapat secara sah menikmati seluruh hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia. Seorang peserta yang menolak disebutkan nama menyatakan, “Saya merasa Indonesia sudah menjadi tanah air saya sejak kecil, kini resmi menjadi milik saya secara hukum.”

Baca juga:
Ribuan Pemudik Membanjiri Pelabuhan Gilimanuk Usai Nyepi, Armada ASDP Siap Tangani Lonjakan

Para keluarga yang hadir juga tidak kalah emosional. Mereka memuji kerja keras Kemenkum Bali serta proses yang cepat dan transparan, mengingat prosedur kependudukan sebelumnya memerlukan waktu lama.

Makna Kebangsaan dan Integrasi

Pengambilan sumpah 71 warga blasteran ini bukan sekadar acara administratif, melainkan simbol nyata dari komitmen NKRI dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman. Bali, sebagai pulau yang dikenal dengan pluralisme budaya dan agama, menjadi latar ideal untuk menegaskan nilai-nilai Pancasila dalam praktik sehari‑hari.

Upacara diakhiri dengan penandatanganan berita acara dan penyanyian lagu “Bagimu Negeri,” yang menambah kehangatan suasana. Lagu tersebut mengiringi momen akhir, mengingatkan semua yang hadir akan tanggung jawab baru yang diemban oleh para warga baru.

Baca juga:
Menyelami Kemewahan ‘Slow Life’ di Hotel Paling Eksklusif Bali dengan Harga Rp 24 Juta per Malam

Secara keseluruhan, acara ini menegaskan bahwa proses naturalisasi di Indonesia tidak hanya bersifat legalistik, melainkan juga sarat makna sosial‑kultural. Dengan melibatkan tokoh agama, perwakilan pemerintah daerah, serta media, pemerintah berhasil menyajikan proses yang transparan, inklusif, dan menginspirasi.

Ke depan, diharapkan jumlah warga blasteran yang memperoleh status WNI akan terus meningkat, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang membuka pintu bagi mereka yang berkomitmen pada nilai‑nilai kebangsaan Indonesia.

Dengan demikian, upacara pada 15 April 2026 di Shanti Graha menjadi babak baru tidak hanya bagi 71 individu yang resmi menjadi WNI, tetapi juga bagi seluruh bangsa dalam memperkuat rasa kebersamaan dan semangat persatuan.

Tinggalkan komentar