Jepang Menolak Tuduhan ‘Militarisme Baru’ dari China dan Urges Dialog Terbuka

banner 468x60

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 01 Juni 2026 | Jepang telah menolak tuduhan ‘militarisme baru‘ dari China dan malah menuduh tetangganya itu melakukan ekspansi militer tanpa transparansi yang cukup. Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, menyampaikan hal ini dalam pidatonya di Shangri-La Dialogue di Singapura pada hari Minggu.

Koizumi membela pembangunan militer Jepang di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi dan menyatakan bahwa aktivitas militer China dan posisi eksternalnya merupakan ‘masalah serius’ bagi Jepang dan komunitas internasional.

banner 336x280

Menurutnya, Jepang telah membangun kekuatan militer terbesar sejak Perang Dunia II, termasuk strategi keamanan yang direvisi dan peningkatan anggaran pertahanan sejarah. Namun, China telah menuduh Jepang melakukan ‘militarisme baru’ dan meminta negara-negara Asia-Pasifik untuk ‘bersama-sama menentang tindakan neomilitarisme Jepang yang sembrono’.

Koizumi juga menegaskan bahwa Jepang telah mempertahankan jalur sebagai negara yang mencintai perdamaian sejak Perang Dunia II dan bahwa hal ini telah dihargai oleh komunitas internasional.

Sementara itu, dukungan untuk kabinet Perdana Menteri Sanae Takaichi telah menurun menjadi 66% menurut survei terbaru Nikkei dan TV Tokyo. Meskipun demikian, dukungan tersebut masih tinggi secara historis.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa masyarakat Jepang ingin pemerintah mengambil tindakan untuk menangani harga yang meningkat. Perdana Menteri Takaichi telah berjanji untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jepang.

Dalam beberapa bulan terakhir, Jepang telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kekuatan militer dan memperkuat hubungan dengan negara-negara lain di kawasan Asia-Pasifik. Ini termasuk penandatanganan perjanjian pertahanan dengan Australia dan meningkatkan kerja sama dengan Amerika Serikat.

Dengan demikian, Jepang berusaha untuk memperkuat posisinya sebagai kekuatan regional dan meningkatkan kemampuan pertahanannya untuk menghadapi ancaman keamanan yang meningkat di kawasan Asia-Pasifik.

banner 336x280
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:

Tinggalkan Balasan