Menteri PU Dody Hanggodo Umumkan Uji Coba Ulang Sistem Tol MLFF, Target Dua Bulan ke Depan

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 29 Maret 2026 | JAKARTA, 29 Maret 2026 – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa proyek sistem transaksi tol nontunai nirsentuh (Multi Lane Free Flow/MLFF) akan kembali diuji coba dalam kurun waktu dua bulan ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan pada kesempatan konferensi pers di Rest Area KM 379 A Tol Batang‑Semarang, Jawa Tengah, setelah serangkaian evaluasi awal yang belum menghasilkan kesimpulan definitif.

Latar Belakang Uji Coba Pertama

Uji coba pertama MLFF dilaksanakan pada akhir 2023 di ruas tol Bali‑Mandara. Tujuan utama adalah mengurangi kemacetan di gerbang tol dengan menghilangkan kebutuhan akan gerbang fisik dan mempercepat proses pembayaran. Namun, hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa beberapa kriteria teknis belum terpenuhi, termasuk keandalan sinyal, integrasi dengan sistem pembayaran elektronik yang sudah ada, serta penegakan aturan bagi pelanggaran.

Baca juga:
Resmi Hadir! Infinix Smart 20 2026: Spesifikasi Gahar, Fitur Premium, dan Harga Terbaru

Alasan Dilakukan Uji Coba Ulang

Menurut Dody, “Setahu saya dari Bapak Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menginformasikan bahwa uji coba pertama di Bali belum ada kesimpulan apakah uji cobanya sukses atau tidak. Karena itu, kami sepakat untuk melakukan uji coba ulang.” Menteri menambahkan bahwa keputusan ini didukung oleh berbagai lembaga pengawas, antara lain Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kejaksaan, Kepolisian, serta Korlantas Polri, guna memastikan proses berjalan transparan dan akuntabel.

Tahapan dan Kriteria Teknis yang Harus Dipenuhi

Proses uji coba ulang akan mengikuti beberapa tahapan yang telah diatur dalam kontrak antara Kementerian PU dengan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS). Tahapan tersebut meliputi:

  • Verifikasi infrastruktur jaringan komunikasi di lokasi uji coba.
  • Pengujian integrasi antara perangkat keras MLFF dengan sistem e‑Toll milik operator jalan tol.
  • Uji coba simulasi pembayaran dalam kondisi trafik tinggi.
  • Evaluasi mekanisme penegakan hukum bagi pelanggaran, termasuk koordinasi dengan Korlantas.

Semua kriteria tersebut harus disetujui oleh Kepala BPJT sebelum jadwal uji coba definitif dapat ditetapkan. Dody menegaskan bahwa pemenuhan kriteria ini menjadi prasyarat utama untuk melanjutkan ke fase berikutnya.

Pemilihan Lokasi Uji Coba Selanjutnya

Walaupun Bali menjadi lokasi uji coba pertama karena trafik yang relatif lebih ringan, pihak Kementerian PU kini mempertimbangkan lokasi dengan volume kendaraan lebih tinggi. Pilihan potensial meliputi ruas‑ruas tol di wilayah Jabodetabek atau koridor Trans‑Jawa, yang diyakini dapat memberikan data yang lebih representatif mengenai performa sistem dalam kondisi beban puncak.

Baca juga:
Infinix Note 60 Pro Resmi Diluncurkan: Snapdragon 7s Gen 4, Layar 144Hz, Baterai 6.500mAh, Harga Menarik untuk Gamers

“Kami masih meninjau apakah uji coba kembali di Bali atau mencari titik lain yang lebih menantang. Bali memang mudah karena trafiknya tidak terlalu padat, namun untuk menilai kelayakan secara menyeluruh, kami perlu menguji di jalan dengan lalu lintas padat,” ujar Dody.

Isu Teknis dan Hukum yang Masih Dibahas

Anggota BPJT, Sony Sulaksono Wibowo, mengungkapkan bahwa masih ada beberapa isu yang perlu penyesuaian, antara lain:

  • Integrasi teknologi MLFF dengan sistem backend operator tol yang sudah berjalan.
  • Penyesuaian mekanisme pembayaran melalui Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) agar dapat menampung transaksi real‑time.
  • Pembentukan payung hukum yang jelas bagi Korlantas dalam menegakkan aturan pelanggaran transaksi.

Korlantas Polri menekankan bahwa otoritasnya terbatas pada penegakan hukum lalu lintas, sehingga diperlukan regulasi khusus yang memberi wewenang dalam konteks pelanggaran digital di gerbang tol.

Harapan Pemerintah dan Dampak bagi Pengguna

Pemerintah berharap bahwa uji coba ulang dapat menghasilkan data yang memadai untuk memutuskan apakah MLML dapat diimplementasikan secara nasional. Jika berhasil, sistem ini diproyeksikan dapat memotong waktu transaksi dari rata‑rata 20 detik menjadi kurang dari 5 detik, mengurangi antrian di gerbang tol, serta menurunkan emisi kendaraan yang terhenti.

Baca juga:
Promo April MG: MGS5 EV Mulai Rp333 Juta, Test Drive Gratis di Mall Jakarta!

Namun, Dody juga mengingatkan bahwa keberhasilan teknologi tidak hanya bergantung pada aspek teknis, melainkan juga pada kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk kestabilan jaringan seluler, kondisi cuaca tropis, serta kebiasaan pengguna yang harus beralih dari sistem konvensional ke pembayaran digital.

Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan menyiapkan regulasi yang memadai, Kementerian PU berharap dapat memberikan solusi transportasi yang lebih modern, aman, dan efisien bagi jutaan pengguna jalan tol di Indonesia.

Uji coba ulang dijadwalkan selesai dalam dua bulan ke depan, setelah semua persyaratan teknis dan hukum terpenuhi. Hasil akhir akan disampaikan kepada Presiden dan DPR untuk keputusan implementasi skala nasional.