Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 18 April 2026 | Jakarta, 17 April 2026 – Seorang selebgram yang sempat menjadi sorotan publik karena mengklaim dirinya mirip dengan almarhum Vidi Aldiano, Egi Fazri, akhirnya mengungkapkan permintaan maaf yang mengharukan sambil menahan air mata. Pada Kamis, 16 April 2026, ia mengunggah video di akun Instagram @egifazri35, di mana ia menyatakan penyesalan mendalam atas konten‑konten yang dianggap menyinggung keluarga, sahabat, serta penggemar Vidi Aldiano.
Awal Kontroversi
Konten Egi yang meniru gaya, penampilan, dan suara Vidi Aldiano mulai viral sejak kematian Vidi pada awal tahun 2026. Dalam beberapa video, Egi melakukan lipsync lagu‑lagu Vidi, meniru gestur panggung, bahkan mengklaim diri sebagai “obat kangen” bagi keluarga dan fans yang masih berduka. Popularitas instan yang didapatkan membuat akun Instagramnya meningkat drastis, namun di balik angka view yang tinggi, muncul gelombang kecaman tajam.
Berbagai sahabat Vidi, antara lain Enzy Storia, Reza Chandika, Nino Kayam, dan Deddy Corbuzier, secara terbuka mengkritik aksi Egi sebagai bentuk pansos yang tidak sensitif. Mereka menilai bahwa memanfaatkan momen duka untuk keuntungan pribadi merupakan tindakan yang tidak etis.
Video Permintaan Maaf
Dalam video yang berumur kurang dari satu menit, Egi terlihat berusaha menahan tangis sambil mengucapkan, “Saya Egi Fazri ingin meminta maaf setulus hati kepada semua pihak yang merasa terganggu dengan hadirnya pemberitaan konten saya mengenai almarhum Vidi Aldiano.” Ia menambahkan permintaan maaf khusus kepada orangtua Vidi serta seluruh keluarga.
“Air mata tak lagi kuasa dibendung saat menyampaikan permintaan maaf ini,” ujar Egi, menambah bahwa ia akan menghentikan semua konten yang meniru Vidi. “Setelah ini, saya berjanji akan menghentikan semua konten tentang almarhum. Semoga ke depannya saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Mohon dimaafkan,” tuturnya dengan suara serak.
Reaksi Warganet
Setelah video tersebut tersebar, netizen memberikan beragam respons. Sebagian besar menyatakan bahwa mereka menerima permintaan maaf Egi dan berharap ia dapat menjadi diri sendiri tanpa harus “menyusuri” nama Vidi. Komentar positif seperti “Maaf diterima, semoga lebih bijak ke depan” mengisi kolom komentar, sementara sebagian kecil tetap mengkritik langkahnya sebelumnya.
Di sisi lain, beberapa pengguna menyoroti bahwa tindakan menghapus konten lama dan berjanji tidak mengulanginya merupakan langkah yang tepat untuk menghormati memori Vidi dan menutup bab kontroversi ini.
Langkah Selanjutnya
Egi Fazri mengonfirmasi bahwa ia telah menghapus sejumlah postingan yang meniru Vidi dari feed Instagramnya. Ia juga berjanji tidak akan kembali membuat konten serupa, melainkan akan fokus pada kreasi orisinal yang tidak melibatkan nama atau citra orang lain.
Para ahli media sosial menilai bahwa contoh ini menjadi pembelajaran penting tentang batas etika dalam memanfaatkan peristiwa duka orang lain untuk kepentingan pribadi. “Influencer harus mengedepankan rasa hormat, terutama ketika menyangkut kematian dan keluarga korban,” ujar seorang pakar komunikasi digital.
Kesimpulan
Kasus Egi Fazri menegaskan kembali pentingnya sensitivitas dalam konten digital. Permintaan maaf yang emosional serta janji menghentikan aksi meniru Vidi Aldiano menunjukkan bahwa publik dapat menuntut akuntabilitas, namun juga memberikan ruang bagi perubahan. Dengan menghapus konten yang menyinggung dan berfokus pada kreasi yang lebih autentik, Egi berharap dapat memperbaiki citra serta memperoleh kembali kepercayaan audiensnya.