Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 14 April 2026 | Jakarta, 14 April 2026 – Kenaikan harga plastik yang signifikan mengubah pola konsumsi minyak goreng di pasar tradisional, memicu lonjakan permintaan terhadap produk minyak siap pakai merek Minyakita. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan temuan ini saat melakukan inspeksi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, bersama tim Bulog, Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat, serta Perumda Pasar Jaya.
Pengaruh Harga Plastik Terhadap Pilihan Konsumen
Rizal menjelaskan, naiknya harga plastik berdampak langsung pada biaya pembungkusan minyak curah. Karena biaya kemasan meningkat, pedagang dan konsumen beralih ke minyak goreng dalam kemasan botol atau karton yang tidak memerlukan plastik tambahan, seperti Minyakita. “Kenaikan harga plastik membuat minyak curah ikut terdampak. Konsumen beralih ke Minyakita sehingga kebutuhannya meningkat,” ujarnya.
Langkah Bulog Menanggapi Lonjakan Permintaan
Untuk mencegah tekanan harga di tingkat konsumen, Bulog segera mengajukan tambahan kuota Minyakita ke Kementerian Perdagangan. Penambahan kuota ini ditujukan khusus bagi pasar tradisional dan jaringan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SP2KP). Setelah periode Ramadhan dan Idul Fitri, distribusi Minyakita akan digalakkan kembali ke pasar SP2KP guna menstabilkan pasokan.
Kondisi Pasokan dan Harga Komoditas Lain
Saat sidak, Bulog mencatat bahwa harga beras dan minyak goreng masih berada pada level Harga Eceran Tertinggi (HET). Stok beras nasional tercatat sekitar 4,75 juta ton dengan serapan 1,96 juta ton atau 49,2 persen. Komoditas lain seperti telur dan bawang berada dalam kondisi stabil. Harga telur ayam negeri sekitar Rp30.000 per kilogram, telur ayam kampung Rp3.000 per butir, dan telur bebek Rp3.500 per butir.
Kenaikan harga daging sapi juga terpantau, melaju dari Rp140.000 menjadi Rp150.000 per kilogram menjelang Idul Adha, dipicu oleh penahanan pasokan. Bulog berkoordinasi dengan BUMN pangan untuk menambah pasokan daging beku guna menurunkan harga kembali ke level acuan.
Data Harga dan Stok dalam Tabel
| Komoditas | Harga (per kg) | Stok Nasional |
|---|---|---|
| Minyakita (botol) | Rp18.000‑Rp20.000 | — (ditingkatkan) |
| Minyak Curah (ton) | Rp17.500‑Rp19.500 | — (terpengaruh plastik) |
| Beras | Rp14.000‑Rp15.500 | 4,75 juta ton |
| Telur Ayam Negeri | Rp30.000 | Stabil |
| Daging Sapi | Rp150.000 | Terbatas |
Implikasi Jangka Panjang
Jika tren kenaikan harga plastik berlanjut, peralihan konsumen dari minyak curah ke minyak kemasan siap pakai diperkirakan akan semakin menguat. Hal ini dapat menimbulkan tekanan pada rantai pasokan bahan baku minyak sawit, sekaligus memicu kebutuhan penyesuaian kebijakan harga dan distribusi oleh pemerintah. Bulog menegaskan komitmennya untuk terus memantau pergerakan harga melalui sidak rutin di berbagai pasar, memastikan stabilitas pasokan dan menghindari inflasi pangan.
Secara keseluruhan, fenomena kenaikan harga plastik menjadi pemicu utama perubahan perilaku konsumen di sektor minyak goreng. Upaya koordinasi antara Bulog, kementerian terkait, dan BUMN pangan diharapkan dapat menyeimbangkan pasokan, menurunkan tekanan harga, serta menjaga ketahanan pangan nasional.