Dimitri Lima Buka Jalan, Luka Dumancic Selamatkan Persis dari Zona Merah dalam Comeback Dramatis 2-1 atas Bhayangkara

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 23 April 2026 | Pada Rabu, 22 April 2026, Stadion Manahan di Solo menjadi saksi laga menegangkan pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 antara Persis Solo melawan Bhayangkara FC. Tanpa kehadiran penonton akibat sanksi, kedua tim tetap mempersembahkan pertandingan yang penuh aksi, strategi, dan momen kebangkitan. Bhayangkara membuka skor lebih cepat lewat tendangan bebas Moussa Sidibe pada menit ke-3, namun Persis berhasil membalikkan keadaan berkat dua gol krusial dari Dimitri Lima dan Luka Dumancic.

Jalannya Pertandingan

Babak pertama dimulai dengan intensitas tinggi. Bhayangkara menampilkan pola menyerang agresif sejak peluit pertama. Pada menit ketiga, sidibe mengeksekusi tendangan bebas tepat di depan kotak penalti, mengirim bola melengkung ke sudut kanan gawang Aqil Savik, menciptakan keunggulan 1-0 bagi tamu.

Baca juga:
Ezechiel Ndouasel Cetak Hattrick, Bekasi City Tumbang di Laga Sengit Melawan Adhyaksa FC

Persis tak tinggal diam. Setelah serangkaian serangan, pada menit ke-31 Dimitri Lima menerima umpan dari Andrei Alba, mengolahnya menjadi tembakan melengkung yang menembus jaringan pertahanan Aqil Savik. Gol tersebut menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan menambah kepercayaan diri tim tuan rumah.

Menjelang penghujung babak pertama, pada menit tambahan 45+4, tendangan sudut Maricic ditanduk oleh Luka Dumancic. Kepala Dumancic melesat ke arah gawang, menaklukkan Aqil Savik dan mengubah skor menjadi 2-1 keunggulan Persis. Gol penutup ini menjadi titik balik yang menegaskan comeback Persis dalam pertandingan tersebut.

Fakta Menarik Comeback Persis vs Bhayangkara

  • Gol pertama dari luar kotak penalti: Dimitri Lima mencetak gol pembuka Persis melalui tembakan jarak menengah yang menembus sudut gawang, menandai gol pertamanya di BRI Super League musim ini.
  • Header penentu di menit tambahan: Luka Dumancic menambah keunggulan dengan sundulan tajam pada menit 45+4, menegaskan peran pemain bek dalam menyerang pada situasi bola mati.
  • Empat kemenangan beruntun di kandang: Kemenangan 2-1 ini merupakan pertandingan keempat Persis Solo yang dimenangkan secara beruntun di Stadion Manahan, setelah mengalahkan Persik Kediri (2-1), Bali United (3-0), dan Semen Padang (2-1).

Dampak Hasil Bagi Kedua Tim

Dengan tiga poin tambahan, Persis Solo naik ke posisi ke-15 klasemen sementara dengan total 27 poin, melampaui Madura United yang berada di posisi ke-16 dengan 26 poin. Pencapaian ini menempatkan Persis jauh dari zona degradasi yang sebelumnya mengancam, sekaligus memberikan momentum positif menjelang laga berikutnya melawan Persija Jakarta di Jakarta pada 27 April.

Baca juga:
Persib Bandung Guncang Dunia: Sejarah Baru di Kancah Internasional dan Rekor Lorenzo Cabanas yang Terlupakan

Sementara itu, Bhayangkara FC harus menerima kekalahan pertama mereka pada minggu ini setelah sebelumnya menang 2-1 atas PSIM Yogyakarta. Kekalahan ini menurunkan peluang mereka untuk bersaing di empat besar klasemen, mengingat mereka masih berada di posisi puncak namun persaingan semakin ketat.

Susunan Pemain dan Perubahan Strategi

Pelatih Persis Milomir Seslija menurunkan formasi dengan satu perubahan utama pada babak kedua, yaitu menggantikan Dodi Alexvan Djin dengan Dodi Alexvan Djin (tidak ada perubahan signifikan). Bhayangkara, di bawah asuhan Paul Munster, memperkenalkan Dendi Sulistyawan dan Ryo Matsumura pada menit akhir babak kedua untuk menambah tekanan, namun upaya mereka belum membuahkan gol.

Statistik pertandingan menunjukkan penguasaan bola hampir seimbang, namun Persis lebih efektif dalam memanfaatkan peluang bola mati. Kedua gol kemenangan datang dari aksi individu yang dipadukan dengan kerja sama tim, menegaskan pentingnya fleksibilitas taktik dalam menghadapi lawan yang agresif.

Baca juga:
Francisco Rivera Ungkap Kekecewaan: Hanya 4 Tembakan, Persebaya Surabaya Gagal Menang di GBT

Secara keseluruhan, pertandingan ini tidak hanya memperlihatkan kemampuan teknis pemain, tetapi juga mentalitas juara Persis yang berhasil mengubah defisit menjadi kemenangan dalam 90 menit penuh tekanan.

Dengan hasil ini, Persis Solo mengukuhkan diri sebagai tim yang mampu bangkit dari keterpurukan awal, sementara Bhayangkara harus mengevaluasi strategi mereka untuk mengembalikan performa positif di laga-laga berikutnya.

Tinggalkan komentar