Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 19 April 2026 | Persebaya Surabaya mengalami kekalahan menyakitkan 1-2 atas Madura United pada laga Liga 1 yang digelar di Gelora Bung Tomo, Jumat (17/4/2026). Meskipun tim tuan rumah menguasai bola hingga 71 persen dan menciptakan peluang berulang, hanya empat tembakan yang berhasil dilepaskan, dua di antaranya hanya meleset tipis. Kekalahan ini memicu sorotan tajam pada lini serang Green Force, terutama pada gelandang asal Meksiko, Francisco Rivera.
Dominasi yang tak berbuah
Statistik menunjukkan Persebaya mengendalikan ritme permainan sejak menit awal. Penguasaan bola, passing akurat, dan tekanan tinggi membuat Madura United terpaksa bertahan dan menunggu kesempatan untuk serangan balik. Namun, efektivitas finishing menjadi titik lemah. Rivera, yang menjadi motor serangan utama, mencatat empat tembakan, tetapi tidak satu pun yang berhasil menemukan gawang.
Reaksi Rivera di konferensi pers
Usai laga, Francisco Rivera menegaskan kekecewaannya dalam sebuah konferensi pers singkat. “Kami sangat kecewa. Kami kecewa karena kalah,” ucapnya dengan nada tegas. Ia menambahkan bahwa tim sudah melaksanakan instruksi pelatih dengan baik dan sempat mengontrol permainan, namun kegagalan mengonversi peluang menjadi gol membuat semua kerja keras terasa sia-sia.
Rivera juga menjelaskan taktik lawan. “Madura United bermain dengan pertahanan total dan serangan balik cepat. Kami tahu mereka akan menunggu, tapi kami tidak mampu memecah pertahanan mereka,” jelasnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa masalah utama Persebaya musim ini adalah kurangnya ketajaman dalam menyelesaikan peluang.
Statistik individu dan kontribusi
Selain empat tembakan, Rivera mencatat tiga kali operan kunci yang membuka ruang bagi rekan setim. Riyan Ardiansyah menjadi satu-satunya pemain Persebaya yang berhasil mencetak gol pada menit ke-82, meminimalisir selisih skor. Namun, gol tersebut tidak cukup mengubah hasil akhir.
Data pertandingan menunjukkan bahwa Persebaya menciptakan 17 peluang, sementara Madura United hanya menghasilkan delapan peluang, namun efisiensi mereka lebih tinggi dengan dua gol yang dicetak pada babak pertama dan kedua.
Harapan ke depan
Pelatih Persebaya diharapkan akan mengevaluasi skema serangan, memperbaiki proses finishing, dan meningkatkan variasi umpan masuk ke zona 18. Sementara itu, Francisco Rivera mengaku akan bekerja lebih keras di latihan untuk meningkatkan akurasi tembakan serta membantu rekan satu tim menemukan celah pertahanan lawan.
Kekalahan ini menjadi pembelajaran penting bagi Green Force. Dukungan penuh Bonek dan Bonita tetap mengalir, namun harapan akan perubahan taktis dan mentalitas harus segera terwujud agar Persebaya dapat kembali bersaing di puncak klasemen.