Krisis Angkutan Umum di 98 Kota: Pakar ITERA Ilham Malik Tuntut Intervensi Presiden

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 26 April 2026 | Indonesia kembali menjadi sorotan nasional setelah pakar transportasi sekaligus dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Ilham Malik, mengungkap adanya krisis angkutan umum yang melanda 98 kota di seluruh negeri.

Latar Belakang Krisis Angkutan Umum

Menurut Ilham Malik dalam wawancara di Radio Elshinta pada Jumat (24/4/2026), kondisi transportasi publik di hampir seratus kota mengalami stagnasi kebijakan yang mengancam mobilitas warga. Data lapangan menunjukkan penurunan layanan hingga 23 persen, sementara biaya logistik nasional meningkat signifikan.

Baca juga:
Kebijakan Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Dedi Mulyadi Disambut Baik Korlantas: Langkah Revolusioner yang Siap Merambah Nasional

Pernyataan ITERA: Tanggung Jawab Presiden

Ilham menegaskan bahwa perubahan nyata tidak akan terjadi tanpa arahan tegas dari Presiden. Ia mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berhasil karena dukungan politik tinggi, lalu mengajak agar reformasi transportasi mendapatkan “titah” serupa.

  • Target: reformasi dalam setengah tahun.
  • Harapan: semua kementerian bergerak secara sinergis.
  • Prioritas: integrasi moda, penurunan biaya logistik, penghapusan truk ODOL.

Faktor Penyebab Stagnasi

Beberapa faktor diidentifikasi sebagai penyebab utama. Pertama, kurangnya komitmen politik pada level tertinggi. Kedua, program bantuan bus sebelumnya gagal karena tidak ada pendampingan berkelanjutan. Ketiga, penurunan anggaran program Buy The Service (BTS) pada 2026 memicu krisis baru.

Dampak bagi Masyarakat

Hampir 60 persen penduduk Indonesia tinggal di daerah perkotaan. Tanpa intervensi, mereka dipaksa mengandalkan kendaraan pribadi, yang berujung pada pemborosan energi, kemacetan parah, serta peningkatan emisi karbon. Pengguna setia Transjakarta, Levi, mengeluhkan ketidakkonsistenan infrastruktur, seperti separator busway yang memicu kemacetan di titik kritis.

Baca juga:
Fortuner Putih Terjun ke Saluran Irigasi OKU Timur: 5 Pemudik Selamat, Polisi Ingatkan Keselamatan Mudik

Langkah Strategis yang Diusulkan

Ilham mengusulkan dua tantangan besar bagi Kementerian Perhubungan di bawah koordinasi Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY):

  1. Merumuskan kebijakan makro khusus untuk 98 kota, menekankan mobilitas first mile dan last mile.
  2. Alihkan angkutan barang dari truk over‑dimension ke moda kereta api untuk menurunkan biaya logistik nasional.

Ia juga menekankan pentingnya roadmap yang dapat diukur secara kuantitatif, bukan sekadar seremoni pada Hari Transportasi Nasional setiap 24 April.

Tanggapan Pemerintah dan Prospek Kedepan

Pemerintah pusat telah mencatat kemajuan di Jakarta melalui integrasi moda dan promosi tarif, namun Ilham memperingatkan bahwa 97 kota lainnya masih jauh tertinggal. Ia berharap Kementerian Perhubungan dapat menyampaikan dokumen strategis langsung kepada Presiden, sehingga kebijakan tidak lagi terjebak pada agenda tahunan seperti mudik Lebaran.

Baca juga:
Harga Jaecoo J8 Ardis 2026 Terungkap: Standar Tipe Ini Bikin Kompetisi SUV Premium Melejit!

Jika rekomendasi ITERA diimplementasikan, diharapkan biaya logistik nasional dapat turun di bawah 20 persen, layanan angkutan umum kembali merata, dan ketergantungan pada kendaraan pribadi berkurang signifikan.

Dengan dukungan politik yang kuat, krisis angkutan umum di 98 kota dapat diubah menjadi peluang untuk memperkuat infrastruktur transportasi nasional, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Tinggalkan komentar