Qantas Siapkan Penerbangan Non-Stop 22 Jam Sydney‑London, Rekor Baru dalam Sejarah Udara

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 26 April 2026 | Bandara Sydney bersiap menyambut sebuah momen bersejarah: Qantas mengumumkan rencana peluncuran penerbangan non-stop selama 22 jam ke London pada tahun 2027. Proyek ambisius yang dinamakan Project Sunrise ini menjanjikan dua kali matahari terbit dan terbenam dalam satu perjalanan, sekaligus memotong waktu tempuh hingga empat jam dibandingkan rute tradisional dengan satu atau dua pemberhentian.

Rute Sydney‑London kini menjadi satu‑satunya jalur ultra‑jarak yang akan dijalankan tanpa henti, menyaingi rekor lama Singapore Airlines yang menghubungkan Singapore‑New York dalam 18 jam lebih. Dengan jarak lebih dari 17.000 kilometer, penerbangan Qantas diperkirakan mencakup 22 jam di udara, menjadikannya penerbangan terpanjang di dunia pada saat itu.

Baca juga:
Menlu Sugiono: Dunia Tolak Pungutan di Selat Hormuz, Upaya Diplomasi dan Perlindungan Kapal

Detail Kapasitas dan Fasilitas Kabin

Pesawat yang akan mengoperasikan rute ini adalah Airbus A350‑1000 yang telah selesai dirakit di sebuah hangar di Prancis. Qantas menargetkan kapasitas 238 penumpang per penerbangan, lebih sedikit dari potensi maksimal 300 kursi, demi menambah ruang kaki dan menciptakan zona “wellbeing” di antara kelas ekonomi dan premium. Setiap kursi ekonomi kini menawarkan ruang ekstra, sementara kelas bisnis dan pertama dilengkapi kursi yang dapat bertransformasi menjadi tempat tidur datar, lemari pribadi, dan hiburan layar 32 inci.

Fasilitas tambahan meliputi area relaksasi, menu nutrisi yang dikurasi khusus untuk penerbangan ultra‑panjang, serta sistem pencahayaan yang meniru siklus alami untuk membantu penumpang menyesuaikan ritme sirkadian. Semua fitur ini dirancang agar 22 jam terasa lebih ringan dan produktif.

Jadwal, Rute Tambahan, dan Harga Tiket

Qantas berencana mengoperasikan rute Sydney‑London mulai pertengahan 2027, dengan penerbangan pertama dijadwalkan pada kuartal kedua tahun tersebut. Selain itu, rute Sydney‑New York juga akan diluncurkan pada periode yang sama, dengan durasi serupa sekitar 22 jam. CEO Vanessa Hudson mengindikasikan bahwa tarif ekonomi akan berada di kisaran 20 % lebih tinggi dibandingkan penerbangan satu‑henti saat ini, yang berarti harga tiket minimum diperkirakan berada di atas £800 untuk perjalanan London‑Sydney dengan satu pemberhentian di Singapura.

Baca juga:
Perang Timur Tengah Memicu Pembatasan Salat Idulfitri di Qatar, Kuwait, dan UEA serta Dampak Global Selat Hormuz

Harga premium untuk kelas bisnis dan pertama belum diungkap secara rinci, namun diprediksi akan menyesuaikan dengan peningkatan layanan dan pengalaman eksklusif yang ditawarkan. Qantas menegaskan bahwa model penetapan harga final akan diumumkan menjelang peluncuran komersial.

Persaingan dan Dampak Industri

Pengenalan penerbangan ini bukan hanya tentang mencetak rekor, tetapi juga mengubah paradigma penerbangan jarak jauh. Sementara Airbus A380 masih menjadi ikon industri dengan dua lantai lengkap, Qantas memilih A350 karena efisiensi bahan bakar dan kemampuan menempuh jarak ekstrem tanpa mengorbankan kenyamanan. Keputusan ini menandai pergeseran fokus maskapai besar menuju pesawat yang lebih ringan dan ramah lingkungan, sekaligus menambah nilai kompetitif di pasar premium.

Para analis memperkirakan bahwa keberhasilan rute ini dapat memicu kompetisi serupa dari maskapai lain, terutama yang mengoperasikan armada generasi baru seperti Boeing 777X atau Airbus A350‑900ULR. Jika permintaan pasar terbukti tinggi, Qantas berpotensi membuka jalur non‑stop tambahan ke destinasi utama lain di Eropa atau Amerika Utara.

Baca juga:
Ukraina Desak Israel: Ungkap Alasan Kapal Gandum Rusia Sandar di Haifa, Ancaman Pelanggaran Kedaulatan!

Secara keseluruhan, proyek Qantas tidak hanya menantang batas teknis penerbangan, tetapi juga menawarkan perspektif baru bagi penumpang yang mengutamakan kecepatan, kenyamanan, dan pengalaman terbang yang tak tertandingi. Dengan peluncuran yang direncanakan pada 2027, dunia penerbangan akan menyaksikan babak baru dalam evolusi transportasi udara jarak jauh.

Tinggalkan komentar