Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 27 April 2026 | Nenek Sofiah, seorang guru mengaji berusia tujuh puluh delapan tahun dari Kediri, menjadi sorotan nasional setelah berhasil menunaikan ibadah naik haji berkat kebiasaan menabung yang sederhana namun konsisten selama lebih dari lima puluh tahun.
Awal Mula Kebiasaan Menabung
Sejak muda, Sofiah membantu suaminya menjual bubur di pasar tradisional. Penghasilan yang terbatas memaksa ia mencari cara menyiapkan masa depan yang lebih aman. Tanpa akses ke layanan perbankan, ia memilih menaruh uang receh di dalam kantong kain yang kemudian disimpan di balik kasur tempat tidurnya. Setiap hari, ia menyisihkan sebagian kecil uang hasil penjualan, bahkan ketika penjualan menurun karena musim atau cuaca buruk.
Disiplin yang Menjadi Kebiasaan
Ritme menabung Sofiah tidak pernah terputus. Setiap akhir pekan, ia menghitung kembali uang yang terkumpul, menambahkan catatan sederhana pada selembar kertas bekas. Selama lima puluh tahun, ia berhasil mengumpulkan total sekitar Rp 30 juta, cukup untuk menutup biaya paket haji ekonomi pada tahun 2024. Kebiasaan ini menjadi contoh nyata bahwa konsistensi dalam menabung, meski dalam jumlah kecil, dapat menghasilkan perubahan besar.
Guru Mengaji dan Peran Sosial
Selain sebagai penjual bubur, Sofiah dikenal sebagai guru mengaji di lingkungan RT-nya. Setiap sore, ia mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak dan remaja, menumbuhkan nilai-nilai keagamaan serta rasa persaudaraan. Peran ganda ini membuatnya semakin dihormati oleh warga sekitar. Banyak yang menyatakan, “Ketekunan Sofiah dalam menabung mencerminkan keteguhan hatinya dalam mengajar Al-Qur’an.”
Perjalanan Menuju Tanah Suci
Pada awal 2024, Sofiah mengajukan permohonan haji melalui biro perjalanan resmi. Dokumen keuangannya yang lengkap dan transparan, berkat catatan menabung yang rapi, mempermudah proses verifikasi. Ia kemudian diberangkatkan bersama rombongan haji yang berangkat dari Surabaya. Selama di Mekah, Sofiah mengekspresikan rasa syukur yang mendalam, mengingat perjalanan panjangnya yang dimulai dari menabung di bawah kasur.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Kisah Sofiah tidak hanya menginspirasi sesama lansia, tetapi juga generasi muda. Di era digital, banyak yang menganggap menabung secara konvensional kuno. Namun, cerita ini menunjukkan bahwa niat, disiplin, dan konsistensi tetap menjadi faktor utama keberhasilan finansial. Sekolah-sekolah agama di Kediri mulai memasukkan materi tentang perencanaan keuangan dasar dalam kurikulum mereka, terinspirasi oleh contoh Sofiah.
Kesamaan dengan Kisah Lain
Sejumlah cerita serupa muncul di media, seperti nenek penjual bubur lain yang menabung selama lima puluh tahun dan akhirnya naik haji, serta tukang rujak yang menabung sejak 2013. Kesamaan utama terletak pada tekad kuat dan kebiasaan menabung yang konsisten, meski tanpa fasilitas perbankan modern.
Hari ini, Sofiah kembali ke Kediri dengan pengalaman spiritual yang mendalam. Ia berencana menggunakan sebagian sisa tabungannya untuk membantu anak-anak yatim piatu belajar mengaji, melanjutkan warisan kebaikannya.
Dengan keberhasilan naik haji ini, Nenek Sofiah mengajarkan bahwa impian besar dapat dicapai lewat langkah kecil yang diulang setiap hari, selama hati tetap tulus dan tekad tidak goyah.