Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 15 April 2026 | Machmudah, perempuan berusia 62 tahun asal Desa Marikangen, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, berhasil mengubah impian spiritual menjadi kenyataan setelah menabung rata‑rata Rp50.000 setiap harinya dari hasil berjualan rujak ulek. Dengan tekad kuat, ia kini dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 19 Mei 2026, menandai puncak perjuangan bertahun‑tahun yang dimulai sejak ia memulai usaha kecil pada awal 2010‑an.
Rutinitas Pagi hingga Sore
Setiap hari, Machmudah bangun sebelum fajar, melaksanakan salat berjamaah, kemudian menyiapkan peralatan dan bahan baku untuk dagangan. Pada pukul 08.00, ia mulai mengolah sayuran segar, mengulek bumbu khas rujak, dan menyajikan hidangan untuk para pembeli sarapan. Aktivitas berjualan tidak berhenti sampai sore, karena ia melayani pelanggan yang datang sepanjang hari, termasuk pekerja pasar dan pelajar.
Strategi Menabung Harian
Awalnya, Machmudah bergabung dengan arisan warga yang mengumpulkan Rp300.000 per minggu. Namun, ia mengubah strategi menjadi tabungan harian yang lebih fleksibel. “Saya usahakan menabung sekitar Rp50.000 setiap hari, tak peduli ramai atau sepinya penjualan,” ujarnya pada Selasa, 14 April 2026. Tabungan tersebut disimpan dalam rekening pribadi dan dibarengi dengan partisipasi dalam arisan, sehingga dana terkumpul secara konsisten meski pemasukan harian berfluktuasi.
- Menjual rujak ulek dan nasi kucing sebagai menu utama.
- Menghitung sisa uang setelah biaya bahan baku, transportasi, dan kebutuhan pribadi.
- Menyisihkan minimal Rp50.000 ke dalam tabungan khusus haji.
- Mengikuti arisan mingguan untuk menambah pundi uang.
Persiapan Fisik dan Spiritual
Menjelang keberangkatan, Machmudah tak hanya menyiapkan dokumen dan pakaian haji, melainkan juga memperkuat kondisi fisik dengan rutin berolahraga ringan dan mengonsumsi makanan bergizi. Di sisi spiritual, ia melaksanakan istighfar dan membaca selawat hingga 1.000 kali setiap hari, bahkan sambil mengulek bumbu rujak. “Jika duduk saja, mudah sakit. Berjualan membuat tubuh bergerak, pikiran tetap terjaga, dan uang terus mengalir,” katanya sambil tertawa.
Jadwal Keberangkatan dan Harapan
Setelah terdaftar sejak 2013, Machmudah fokus melunasi sisa biaya haji pada beberapa tahun terakhir. Dengan tabungan yang kini mencapai lebih dari Rp200 juta, ia siap menapaki rute ibadah mulai dari keberangkatan ke Jeddah, melanjutkan ke Mekah, serta menunaikan semua rukun haji. Ia mengungkapkan harapan agar perjalanan ini tidak hanya menjadi ibadah pribadi, namun juga menjadi inspirasi bagi generasi muda di kampungnya.
Kisah Machmudah mengajarkan bahwa kerja keras, disiplin menabung, dan keimanan yang kuat dapat menembus batasan usia serta kondisi fisik. Dari sebuah gerobak rujak sederhana, terbentuklah jalan menuju Tanah Suci, membuktikan bahwa tekad manusia dapat mengubah realitas menjadi harapan yang nyata.