Drama Liga Thailand: Dua Bintang Indonesia Tak Dipanggil, Apa Dampaknya bagi Timnas?

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 29 April 2026 | John Herdman, pelatih timnas Indonesia, baru saja mengumumkan skuad 23 pemain untuk pemusatan latihan menjelang ASEAN Championship 2025/26. Keputusan mengejutkan muncul ketika dua pemain yang bermain di Liga Thailand, Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan, tidak masuk dalam daftar pilihan.

Latar Belakang Pemilihan

Skuad yang dibentuk sepenuhnya berisi pemain lokal Liga Indonesia Super League 2025/26. Alasan utama adalah kompetisi ASEAN Championship 2025/26 digelar di luar kalender FIFA, sehingga tidak memungkinkan pemanggilan pemain yang berkarier di luar negeri. Kebijakan ini berdampak pada pemain Indonesia yang berlabuh di liga tetangga, termasuk Ramadhan Sananta yang bermain di DPMM FC, Malaysia.

Baca juga:
Drama Menit 95! Luke Becvinovski Bawa Australia U-17 Kalahkan Singapura, Kamboja Pimpin Grup C ASEAN U-17 2026

Kenapa Asnawi dan Pratama Tidak Dipanggil?

Selain kebijakan kalender, faktor cedera menjadi pertimbangan penting. Asnawi Mangkualam baru pulih dari cedera panjang dan belum sepenuhnya kembali ke performa puncak. Sementara Pratama Arhan baru saja menyelesaikan masa rehabilitasi, sehingga tim teknis menilai keduanya belum siap bersaing di level internasional.

Implikasi bagi Liga Thailand

Keputusan ini menyoroti peran Liga Thailand sebagai salah satu tujuan utama pemain Indonesia yang ingin mengasah kemampuan di luar negeri. Meskipun tidak dipanggil untuk kompetisi ini, eksistensi mereka di liga tersebut tetap menjadi bukti kualitas kompetisi Thailand yang mampu menarik talenta ASEAN.

Baca juga:
7 Artis Thailand Atlet Nasional yang Bikin Kamu Terkejut!
  • Asnawi Mangkualam: Sayap kanan yang terkenal dengan kecepatan, kini bermain untuk Buriram United di Liga Thailand.
  • Pratama Arhan: Penyerang muda berbakat, berkarier di Chiangrai United, menambah dimensi serangan tim.

Pengembangan Bakat di Kawasan ASEAN

Langkah John Herdman tidak terlepas dari strategi jangka panjang pengembangan pemain lokal. Di sisi lain, Advanced Info Service (AIS) melalui AIS Sport Academy telah meluncurkan program pengembangan bakat olahraga yang bekerja sama dengan mitra global. Meskipun fokus utama AIS adalah konten dan teknologi, inisiatif tersebut mencerminkan tren regional untuk menumbuhkan talenta dari akar rumput hingga level profesional.

Program tersebut diharapkan dapat menambah jalur alternatif bagi pemain muda Indonesia yang belum memiliki akses ke liga luar negeri, sekaligus memperkuat ekosistem sepakbola domestik.

Baca juga:
Duel Sengit Al Wasl vs Al Nassr: Cristiano Ronaldo Kembali Beraksi di Perempat Final AFC Champions League Two 2025/2026

Respon Publik dan Harapan Kedepan

Para penggemar Indonesia menanggapi keputusan ini dengan campuran rasa kecewa dan pengertian. Banyak yang berharap agar cedera pemain dapat diatasi secepatnya, sehingga Asnawi dan Pratama dapat kembali bersaing di panggung internasional. Di samping itu, dukungan terhadap liga domestik diharapkan dapat meningkatkan kualitas kompetisi dan memberi peluang lebih luas bagi talenta lokal.

Ke depan, John Herdman menegaskan bahwa fokus utama adalah membangun skuad yang solid dengan pemain yang tersedia dan siap secara fisik. Jika Asnawi dan Pratama berhasil pulih sepenuhnya, peluang mereka untuk kembali dipanggil di kompetisi selanjutnya tetap terbuka.

Tinggalkan komentar