Dinamika di ITB: Dari Isu SARA hingga Kesepakatan dengan Bobotoh

Berita3 Dilihat
banner 468x60

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 30 Mei 2026 | Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) belakangan ini menjadi sorotan setelah munculnya polemik di media sosial yang melibatkan mahasiswa ITB dan komunitas Bobotoh, suporter klub sepak bola Persib Bandung. Perselisihan ini berawal dari unggahan di media sosial yang dianggap mengandung unsur SARA dan menyinggung Bobotoh, yang kemudian memicu ketegangan di kalangan kedua belah pihak.

Situasi semakin memanas ketika muncul kabar tentang dugaan aksi pelemparan bom molotov ke gerbang depan kampus ITB Ganesha pada tanggal 25 Mei 2026. Namun, setelah pertemuan antara pihak kampus dan perwakilan Bobotoh, suasana di ITB kini telah kembali kondusif. Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, menegaskan bahwa pihak kampus tidak ingin dipertentangkan dengan Bobotoh dan menyesalkan adanya ketegangan yang terjadi.

banner 336x280

Dalam pernyataannya, Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, menyatakan bahwa hubungan antara Bobotoh dan mahasiswa ITB sebenarnya cukup dekat. Banyak mahasiswa ITB yang juga merupakan pendukung Persib. Tobias menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan tidak menggeneralisasi tindakan oknum tertentu. Ia juga menyatakan bahwa unggahan yang memicu kegaduhan tersebut tidak bisa dibenarkan dan harus ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku di lingkungan kampus.

Di sisi lain, ITB juga tengah menghadapi isu lainnya, yaitu dugaan fraud riset yang melibatkan salah satu alumninya, Prihantini, yang terlibat dalam konferensi internasional. ITB menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan individu dan tidak mencerminkan institusi.

Beberapa berita lainnya yang juga menarik perhatian adalah mengenai perubahan jalur seleksi mandiri di ITB. Kampus ini telah mengubah skema seleksi menjadi Seleksi Siswa Unggul ITB (SSU ITB), di mana peserta dapat mendaftar dengan menggunakan nilai UTBK tanpa harus mengikuti tes tambahan.

ITB juga menonjol dalam prestasi akademik, terlihat dari banyaknya santri dari pesantren Bina Insan Mulia yang berhasil diterima di kampus ini. Sebanyak 74 santri dari pesantren tersebut berhasil lolos seleksi di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), termasuk ITB, menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di pesantren tersebut sangat baik.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, ITB tetap berkomitmen untuk menjaga kerukunan dan integritas akademiknya. Rektor Tatacipta Dirgantara menyampaikan harapannya agar konflik seperti ini tidak terulang dan semua pihak dapat belajar dari pengalaman ini untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Secara keseluruhan, situasi di ITB menggambarkan tantangan yang dihadapi institusi pendidikan dalam menjaga hubungan baik antar mahasiswa dan komunitas di luar kampus, serta pentingnya komunikasi yang baik untuk mencegah kesalahpahaman di masa depan.

banner 336x280
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:

Tinggalkan Balasan