Roberto Firmino Bantu Al Sadd Raih Gelar Ganda: Dominasi Liga Qatar dan Lolos ke Perempat Final ACL

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 14 April 2026 | Roberto Firmino, mantan penyerang Liverpool, kembali bersinar di kancah sepak bola Asia bersama Al Sadd. Di bawah asuhan mantan pelatih Manchester City, Roberto Mancini, Al Sadd berhasil mengamankan gelar ke-19 Qatar Stars League (QSL) sekaligus melaju ke perempat final AFC Champions League (ACL) setelah mengalahkan Al Hilal lewat adu penalti yang dramatis.

Domination Al Sadd di Qatar Stars League

Musim 2025/2026 menjadi bukti nyata dominasi Al Sadd di kompetisi domestik. Klub asal Doha mengukir gelar ketiga berturut-turut dan keenam dalam delapan musim terakhir, dengan selisih poin yang tidak dapat dijangkau rival. Pada pekan terakhir, Al Sadd memastikan gelar setelah Al Shamal kalah 0-2 dari Qatar SC, meninggalkan selisih lima poin yang tak tergoyahkan.

Baca juga:
Bangkok United Siap Genggam Final Historis Usai Duel Sengit dengan Gamba Osaka

Kontribusi utama datang dari duo Brasil-Italia: penyerang berbakat Roberto Firmino dan manajer berpengalaman Roberto Mancini. Firmino mencatat 16 kontribusi gol (gol + assist) dalam 20 penampilan liga, menjadikannya motor serangan utama tim. Di sampingnya, Akram Afif menambah 14 gol dan 12 assist, sementara Rafa Mujica menorehkan sembilan gol penting.

  • Roberto Firmino: 10 gol, 6 assist (20 penampilan)
  • Akram Afif: 14 gol, 12 assist
  • Rafa Mujica: 9 gol

Statistik tersebut menegaskan bahwa Al Sadd tidak hanya mengandalkan satu bintang, melainkan memiliki keseimbangan antara kreativitas, kecepatan, dan penyelesaian akhir yang memadai.

Perjalanan ACL: Mengguncang Al Hilal

Keberhasilan di liga domestik memberi momentum tambahan bagi Al Sadd di ajang AFC Champions League. Pada babak 16 besar, mereka menghadapi Al Hilal, juara Asia yang dikenal tangguh. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Prince Abdullah Al Faisal berakhir dengan skor 3-3 setelah perpanjangan waktu, memaksa duel berlanjut ke adu penalti.

Al Sadd memulai pertandingan dengan tekanan tinggi, menguji kiper Yassine Bounou melalui serangan Mohamed Camara dan Roberto Firmino. Al Hilal membalas melalui gol Sergej Milinković‑Savić pada menit ke‑29, namun Claudinho menyamakan kedudukan hanya tujuh menit kemudian. Pada babak kedua, Ruben Neves mengembalikan keunggulan Al Hilal, namun Rafael Mujica berhasil menyamakan kembali tiga menit kemudian. Gol ketiga Al Hilal datang dari Marcos Leonardo setelah assist Karim Benzema, tetapi Firmino kembali menjadi pahlawan dengan sundulan kepala di menit ke‑85, mengirim pertandingan ke perpanjangan waktu.

Baca juga:
Tractor SC Guncang Panggung AFC, Sementara SC Guncang Kebijakan Penambangan Pasir di Asia Selatan

Di adu penalti, Firmino sayangnya gagal mengeksekusi tendangan pertama Al Sadd, namun kegagalan penyerang Al Hilal, termasuk Karim Benzema dan Saimon Bouabre, membuka peluang bagi Akram Afif yang mengeksekusi tendangan penentu kemenangan. Dengan kemenangan 4-2 dalam adu penalti, Al Sadd melaju ke perempat final melawan Vissel Kobe.

Pengaruh Strategi Mancini dan Kepemimpinan Firmino

Roberto Mancini, yang mengambil alih kepemimpinan tim pada awal musim, mengimplementasikan taktik menyerang yang fleksibel. Formasi 4-2-3-1 yang dipilihnya memberikan kebebasan bagi pemain sayap seperti Afif dan Mujica untuk berkreasi, sementara Firmino berperan sebagai penyerang tengah yang mampu menutup ruang, menambah gol, atau mengoper kepada rekan setim.

Keputusan Mancini untuk menempatkan Firmino tidak hanya sebagai penyerang utama, melainkan juga sebagai pengatur tempo serangan, terbukti efektif. Firmino menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan taktik tim, menyesuaikan pergerakan dengan kebutuhan pertandingan, baik dalam fase penyerangan cepat maupun serangan terorganisir.

Relevansi Bagi Sepak Bola Asia

Kemenangan ganda Al Sadd menegaskan bahwa liga-liga Asia tengah mengalami peningkatan kualitas, terutama dengan masuknya pemain kelas dunia seperti Firmino. Keberhasilan ini tidak hanya mengangkat profil Al Sadd, tetapi juga memberikan contoh bagi klub-klub lain di wilayah tersebut untuk berinvestasi pada pemain berpengalaman internasional.

Baca juga:
Urawa Red Diamonds: Dari Juara AFC Champions League ke Panggung Dunia, Tantangan Baru Menanti

Selain itu, performa Firmino di kancah Asia dapat memicu diskusi mengenai perpanjangan karir pemain Eropa di luar benua, terutama dalam konteks persaingan liga domestik yang semakin kompetitif.

Dengan gelar liga yang sudah diamankan dan tiket ke perempat final ACL, Al Sadd kini menatap peluang menambah koleksi trofi internasional. Sementara itu, Roberto Firmino memperkuat reputasinya sebagai pemain yang mampu berkontribusi signifikan di berbagai level kompetisi, membuktikan bahwa kualitas tidak mengenal batas geografis.

Ke depan, tantangan utama bagi Al Sadd akan datang dari Vissel Kobe, yang dikenal dengan permainan teknikal tinggi. Namun, dengan kombinasi taktik Mancini, kreativitas Afif, serta insting gol Firmino, harapan besar masih menyertai sang juara Qatar.

Tinggalkan komentar