Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 27 April 2026 | Setelah menyaksikan Veda Ega Pratama menguasai klasemen sementara Rookie of the Year Moto3 2026, sorotan media kini beralih kepada Brian Uriarte. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta ini harus memberi pembelaan publik setelah mengalami kegagalan di balapan Spanyol, di mana ia kalah dari Veda di kandangnya sendiri.
Statistik dan Posisi Klasemen
Empat balapan pertama musim ini menampilkan perbedaan mencolok antara kedua rider. Veda telah mengumpulkan 37 poin, menempati posisi pertama baik di klasemen Rookie of the Year maupun klasemen umum Moto3, sementara Brian Uriarte berada di posisi kedua dengan 28 poin. Di klasemen umum Moto3, Veda menempati posisi keenam, sedangkan Uriate berada di posisi kesembilan.
Performa Veda mencakup finis kelima di Thailand, podium di Brasil, kegagalan menyelesaikan balapan di Amerika Serikat, dan finis keenam di Spanyol. Sementara itu, Uriate menunjukkan stabilitas pada sesi latihan dan kualifikasi di Spanyol, memulai balapan dari baris kedua (posisi kelima di grid), namun akhirnya terhenti di posisi ke-11.
Reaksi Manajer Red Bull KTM Ajo
Manajer tim Red Bull KTM Ajo, Niklas Ajo, mengungkapkan kekecewaannya pada sesi pers setelah balapan selesai. “Hari Minggu ini agak sedikit mengecewakan,” ujar Ajo. Ia menekankan bahwa kedua pembalap, Alvaro Carpe dan Brian Uriarte, telah menunjukkan performa stabil selama latihan, namun tidak mampu mengkonversi potensi tersebut menjadi hasil yang memuaskan di lintasan.
Ajo menambahkan bahwa strategi tim pada hari Jumat dan Sabtu sudah tepat, namun faktor-faktor tak terduga pada hari balapan menghalangi pencapaian hasil maksimal. “Kami memulai dengan cukup baik, tetapi hasil hari ini tidak sesuai harapan kami,” tambahnya.
Pembelaan Brian Uriarte
Dalam konferensi pers pasca balapan, Uriate menegaskan bahwa ia tidak menganggap kegagalan tersebut sebagai akhir dari perjuangannya. “Saya menyadari bahwa start yang bagus tidak selalu menjamin finish yang baik,” kata Uriate. “Saya akan mengevaluasi apa yang terjadi di lintasan Spanyol, khususnya dalam hal manajemen ban dan pemilihan jalur, untuk memastikan bahwa saya dapat kembali bersaing pada balapan berikutnya.”
Ia juga menyoroti dukungan tim Red Bull KTM Ajo yang selalu memberikan data teknis dan umpan balik yang konstruktif. “Tim selalu berada di belakang saya, memberi masukan yang sangat berharga. Saya yakin dengan kerja keras bersama, kami dapat menutup kesenjangan dengan rider seperti Veda,” pungkasnya.
Implikasi pada Rookie of the Year
Jika klasemen tetap berlanjut, peluang Veda untuk mengamankan gelar Rookie of the Year 2026 terbuka lebar. Aspar Team dilaporkan tengah memantau performa Veda untuk kemungkinan perekrutan pada musim 2027. Sementara itu, Uriate harus memperkuat konsistensinya agar tetap berada dalam perburuan gelar tersebut.
Tim Red Bull KTM Ajo diperkirakan akan menyesuaikan strategi teknis, terutama dalam hal setup mesin dan pemilihan ban, untuk meningkatkan performa Uriate di sirkuit berikutnya. Manajer tim menegaskan bahwa mereka tidak akan menyerah pada satu balapan saja.
Prospek Musim Depan
Musim 2027 menjadi titik penting bagi kedua rider. Veda berpotensi naik ke kelas atas jika terus menorehkan hasil positif, sedangkan Uriate perlu menunjukkan peningkatan signifikan untuk tetap bersaing di level tertinggi Moto3. Kedua rider memiliki peluang untuk melanjutkan karier internasional mereka, tergantung pada kemampuan mereka mengatasi tekanan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki.
Dengan semangat juang yang tinggi, Brian Uriarte bertekad untuk bangkit kembali, belajar dari kekalahan di Spanyol, dan menatap peluang di sisa musim 2026 serta persiapan menuju 2027.