Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 18 Mei 2026 | Paris Saint-Germain (PSG) menutup musim Liga Prancis 2025/26 dengan cara yang tidak diharapkan, mengalami kekalahan 1-2 dari rival sekotanya, Paris FC, dalam laga derby ibu kota yang digelar di Stade Jean Bouin pada Senin malam. Meskipun PSG sudah memastikan gelar juara Ligue 1, hasil ini tetap menjadi catatan pahit bagi tim yang dipimpin oleh Luis Enrique.
PSG memulai pertandingan dengan dominasi, namun gagal memanfaatkan peluang yang ada. Tim tamu hanya mencatatkan dua tembakan tepat sasaran sepanjang laga, sementara pertahanan Paris FC tampil disiplin dan efektif. Pada menit ke-50, Bradley Barcola membuka skor untuk PSG dengan sepakan terukur setelah menerima umpan dari Fabian Ruiz. Gol ini sempat memberikan harapan bagi Les Parisiens untuk menutup musim dengan kemenangan.
Namun, Paris FC menunjukkan semangat juang yang tinggi. Setelah tertinggal, mereka meningkatkan agresivitas permainan dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-76. Gol penyama tersebut berawal dari tembakan Pierre Lees-Melou yang membentur Alimany Gory, mengecoh kiper PSG dan membawa skor menjadi 1-1.
Ketika pertandingan hampir berakhir dengan hasil imbang, Paris FC mencetak gol kemenangan pada masa injury time. Pada menit ke-90+4, Luca Koleosho melakukan serangan balik cepat dan mengirim umpan silang yang diselesaikan dengan baik oleh Alimany Gory, memastikan kemenangan bagi tim tuan rumah dengan skor 2-1. Keberhasilan ini sekaligus menutup musim dengan manis bagi Paris FC, yang merayakan keberhasilan mereka setelah 46 tahun absen dari Ligue 1.
Di sisi lain, pelatih PSG, Luis Enrique, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Selain hasil yang tidak memuaskan, timnya juga kehilangan Ousmane Dembélé yang terpaksa ditarik keluar sebelum babak pertama berakhir karena mengalami cedera. Enrique optimis bahwa cedera tersebut tidak serius, namun tetap menegaskan bahwa timnya harus melakukan evaluasi serius menyusul performa buruk di laga ini.
“Kami tidak melakukan pertandingan yang kami inginkan. Terutama di babak pertama, kami tidak berada di level yang seharusnya. Kami harus terus memperbaiki diri dan bersiap untuk final,” ungkap Enrique setelah pertandingan.
Dengan kekalahan ini, PSG menutup musim dengan total 76 poin, sementara Paris FC mengakhiri musim di posisi ke-11 dengan 44 poin. Meskipun PSG telah meraih gelar juara Ligue 1, hasil ini menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, setiap pertandingan tetap penting dan rivalitas antar tim selalu dapat menghasilkan kejutan.
Derby ibu kota ini kembali menunjukkan bahwa laga-laga besar sering kali melahirkan momen-momen dramatis dan tak terduga. Paris FC, dengan semangat juang yang tinggi, berhasil menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim promosi, tetapi mampu bersaing dengan tim-tim terbaik di liga. Ini adalah momentum yang akan mereka bawa ke musim depan, dengan harapan untuk terus bersinar di Ligue 1.