Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 14 April 2026 | Stasiun Bogor kembali menjadi sorotan publik setelah Kepala Stasiun, Mardiono, mengumumkan penundaan penutupan peron 6 sampai 8 yang semula dijadwalkan pada Senin, 20 April 2026. Penundaan ini dilakukan karena proses persiapan akses penumpang belum selesai, sehingga ketiga peron tersebut masih dapat dipergunakan oleh pengguna Kereta Rel Listrik (KRL).
Alasan Penundaan dan Kondisi Saat Ini
Mardiono menjelaskan bahwa tim teknis masih berada pada tahap pembuatan area alur penumpang sementara serta pembangunan akses bagi alat dan material konstruksi. “Karena masih di tahap persiapan ini, jadi masih memungkinkan untuk penggunaan jalur 6, 7, dan 8,” ujar dia dalam wawancara telepon dengan Kompas.com pada Senin, 13 April 2026.
Selama fase persiapan, pekerja tengah membongkar pagar besi di area taman sebelah kanan pintu masuk tap‑in/tap‑out Barat. Pagar yang dilepas kemudian ditutup sementara dengan papan berwarna putih untuk mengamankan area kerja. Hal ini memastikan keamanan penumpang sambil tetap menjaga kelancaran layanan KRL.
Rencana Penutupan Definitif
Menurut pernyataan resmi, penutupan total peron 6‑8 akan dilaksanakan setelah pembuatan akses penumpang selesai, yang diperkirakan akan terjadi pada akhir April atau awal Mei 2026. Penutupan tersebut merupakan bagian dari proyek perpanjangan peron serta penyesuaian lintasan KRL yang lebih luas, yang mencakup perubahan pada titik tap‑in/tap‑out di sisi barat stasiun.
Proyek perpanjangan ini direncanakan berlangsung hingga Juli 2026, dengan tujuan meningkatkan kapasitas penumpang dan memperlancar arus lalu lintas kereta di wilayah Bogor. Perubahan tata letak ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan pada jam sibuk serta memberikan ruang lebih bagi penumpang yang menunggu di peron.
Kemenhub dan Upaya Reaktivasi Stasiun Gunung Putri
Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan opsi reaktivasi Stasiun Gunung Putri sebagai langkah lanjutan dalam pengembangan jaringan KRL Jabodetabek. Meskipun detail teknis belum sepenuhnya dipublikasikan, kementerian menyatakan bahwa reaktivasi akan melibatkan perbaikan infrastruktur, penambahan fasilitas penumpang, serta integrasi dengan rencana perpanjangan jalur yang sedang berjalan di Bogor.
Reaktivasi Stasiun Gunung Putri diharapkan dapat menambah titik pemberhentian strategis bagi penduduk Kabupaten Bogor, mengurangi beban pada Stasiun Bogor, dan memperluas jangkauan layanan KRL ke wilayah yang selama ini kurang terlayani. Kemenhub menegaskan komitmennya untuk menyesuaikan jadwal dan anggaran sesuai dengan kebutuhan lapangan, serta melibatkan pihak swasta dalam pendanaan jika diperlukan.
Dampak terhadap Penumpang
Bagi penumpang harian, penundaan penutupan peron berarti tidak ada gangguan signifikan pada jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta. Namun, mereka diharapkan untuk tetap memperhatikan papan informasi di stasiun, yang akan menampilkan perubahan arah masuk atau keluar peron sementara.
Pengguna juga disarankan untuk memanfaatkan fasilitas parkir tambahan yang sedang dibangun di sekitar area taman, yang akan menjadi jalur alternatif bagi penumpang yang biasanya menggunakan peron 6‑8.
Langkah Selanjutnya
Tim operasional KRL akan terus memantau progres pembangunan akses penumpang dan melakukan penyesuaian jadwal secara real time. Jika proses persiapan selesai lebih cepat dari perkiraan, penutupan definitif dapat dilaksanakan lebih awal. Sebaliknya, jika terdapat kendala teknis, penundaan tambahan mungkin diperlukan.
Selain itu, Kemenhub akan mengadakan rapat koordinasi dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa reaktivasi Stasiun Gunung Putri selaras dengan proyek perpanjangan peron di Bogor. Hal ini mencerminkan upaya terpadu pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di wilayah Jabodetabek.
Dengan kombinasi antara penundaan penutupan peron yang masih memungkinkan penggunaan, serta rencana reaktivasi stasiun baru, diharapkan jaringan KRL akan menjadi lebih fleksibel, aman, dan mampu menampung pertumbuhan penumpang yang terus meningkat.