Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 11 April 2026 | Herry Iman Pierngadi, yang selama ini dijuluki “Naga Api” karena rekam jejak gemilangnya melatih pasangan ganda putra Indonesia, resmi mengemban tugas sebagai pelatih kepala ganda putra Badminton Association of Malaysia (BAM) mulai 1 Februari 2025. Penunjukan ini diumumkan lewat akun Instagram resmi BAM dan langsung menimbulkan gelombang diskusi di kalangan pecinta bulu tangkis, terutama menjelang Thomas Cup 2026.
Berpindah ke negara tetangga setelah tidak terdaftar lagi sebagai pelatih di Pelatnas PBSI, Herry IP membawa pengalaman melatih pasangan-pasangan elit seperti Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, serta Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Ia juga pernah mengantarkan Candra Wijaya/Tony Gunawan dan Markis Kido/Hendra Setiawan meraih medali emas Olimpiade. Keahlian “tangan dingin” itu kini ditujukan untuk mengangkat performa ganda putra Malaysia, yang tengah berada dalam situasi kritis menjelang ajang dunia.
Target Thomas Cup 2026 dan Tantangan Awal
Thomas Cup 2026, yang akan diselenggarakan di Horsens, Denmark, menjadi sorotan utama. Sejak penunjukan Herry IP, BAM menegaskan harapan besar agar pasangan ganda putra Malaysia dapat bersaing di level tertinggi. Namun, performa terbaru menunjukkan adanya masalah. Pada Asian Championships di Ningbo, pasangan Wan Arif Wan Junaidi‑Yap Roy King gagal melaju setelah kalah di babak pertama melawan pasangan Taiwan. Herry menilai kekalahan tersebut disebabkan banyaknya kesalahan pada poin‑poin krusial, khususnya di menit‑menit akhir set.
“Terjadi terlalu banyak kesalahan pada titik-titik penting, terutama di angka 18‑19. Mereka kurang komposur dan tidak konsisten,” ujar Herry dalam konferensi pers pasca‑pertandingan. Ia menambahkan bahwa keputusan untuk menempatkan pasangan ketiga dalam skuad Thomas Cup masih terbuka, mengingat beberapa duo lain, seperti Aaron Chia‑Soh Wooi Yik dan Man Wei Chong‑Tee Kai Wun, telah mengamankan posisi mereka.
Strategi Baru dan Pilihan Skuad
Herry IP mengungkapkan rencananya akan mengoptimalkan analisis video dan sesi taktik intensif sebelum turnamen besar. “Kami akan meninjau rekaman pertandingan, mengidentifikasi pola kesalahan, dan melatih mental pemain agar tetap tenang di fase penentuan,” jelasnya. Ia juga menyebutkan kemungkinan penambahan pasangan baru yang lebih siap secara fisik dan mental, tanpa menyebutkan nama spesifik.
Beberapa nama yang masuk dalam perbincangan termasuk duo mantan world No.1 Goh Sze Fei‑Nur Izzuddin Rumsani, meskipun mereka juga mengalami kegagalan di Asian Championships. Herry menegaskan bahwa keputusan akhir akan diambil oleh manajemen BAM setelah konsultasi dengan pelatih senior Rexy Mainaky yang tengah berada di Ningbo.
Reaksi Publik dan Dampak Pada Badminton Malaysia
Berita perpindahan Herry IP memicu beragam reaksi. Di media sosial, sebagian penggemar memuji langkah berani Malaysia untuk menggaet pelatih berkaliber internasional, sementara yang lain mengkhawatirkan ketergantungan pada pelatih asing. Di Indonesia, komunitas bulu tangkis mengingat kembali jasa-jasanya yang tak terhitung jumlahnya, meski kini ia memutuskan menatap tantangan baru.
Para analis menilai bahwa kehadiran Herry IP dapat mempercepat proses pembentukan identitas ganda putra Malaysia yang lebih agresif dan konsisten. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa perubahan taktik membutuhkan waktu adaptasi, terutama bagi pemain yang terbiasa dengan pola latihan sebelumnya.
Prospek Thomas Cup 2026
Jika Herry IP berhasil menstabilkan performa Arif‑Roy King atau menemukan pasangan baru yang lebih siap, Malaysia berpotensi menembus babak semifinal Thomas Cup, menandai kebangkitan kembali setelah beberapa tahun berada di luar jalur medali. Namun, tekanan tetap tinggi, mengingat kompetisi akan dihadapi oleh tim-tim kuat seperti Indonesia, Jepang, dan China.
Dengan latar belakang kesuksesan melatih generasi emas Indonesia, Herry IP kini menatap tantangan menata kembali tim ganda putra Malaysia. Keberhasilan atau kegagalan strategi barunya akan menjadi sorotan utama menjelang Thomas Cup 2026.