Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 08 April 2026 | Tekanan besar meliputi Persija Jakarta menjelang fase akhir BRI Super League 2025/26. Dalam tiga laga terakhir Macan Kemayoran tak mampu mencuri tiga poin penting; dua kali harus puas berbagi poin dengan Borneo FC (2-2) dan Dewa United (1-1), lalu menelan kekalahan tipis 2-3 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC. Hasil yang tidak hanya menurunkan moral, tetapi juga memperkecil margin kesalahan menjelang delapan pertandingan tersisa.
Rangkaian Hasil Tiga Pertandingan Terakhir
- Borneo FC vs Persija 2-2 (Imbang)
- Persija vs Dewa United 1-1 (Imbang)
- Bhayangkara Presisi Lampung FC 3-2 Persija (Kalah)
Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, secara terbuka menyatakan kekecewaan atas performa tim. Ia menilai hasil tiga laga tersebut jauh di bawah ekspektasi manajemen dan mengingatkan bahwa setiap poin kini menjadi penentu dalam perebutan gelar.
Sementara itu, laga pekan ke-27 menjelang Sabtu, 11 April 2026, akan menampilkan pertarungan besar antara Persija dan Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Duel tersebut menjadi sorotan utama karena Persija harus menebus kekalahan sebelumnya dan sekaligus mengamankan posisi di papan klasemen.
Kondisi Pincang Persija dan Pandangan Bernardo Tavares
Menjelang pertandingan, Persija berada dalam kondisi kurang ideal. Jordi Amat harus absen setelah menerima kartu merah, dan bek tengah Thales Lira tidak dapat bermain karena akumulasi kartu. Meski demikian, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menilai kedalaman skuad Persija tetap berbahaya. “Tidak ada keuntungan bagi kami dari kondisi itu. Persija masih memiliki banyak pemain berkualitas yang bisa menutup kekosongan,” ujar Tavares dalam konferensi pers.
Tavares menegaskan bahwa kualitas pemain Persija merata, sehingga absennya Amat dan Lira tidak serta merta melemahkan lini pertahanan. Ia menambahkan bahwa timnya tetap siap menghadapi tantangan, mengingat persaingan di BRI Super League semakin ketat.
Strategi Persija Menghadapi Tekanan
Pelatih Persija diperkirakan akan mengandalkan pemain pengganti yang sudah terbukti produktif selama musim ini, seperti penyerang muda yang mencetak gol penting pada laga melawan Borneo FC. Selain itu, manajemen berharap pemain senior dapat mengembalikan performa terbaik mereka di depan pendukung yang menanti aksi di rumah.
Dengan hanya delapan pertandingan tersisa, persaingan untuk masuk zona juara semakin intens. Setiap kemenangan dapat menambah jarak dengan pesaing utama, sementara kekalahan atau imbang dapat menggerus peluang gelar. Tekanan tidak hanya datang dari papan klasemen, melainkan juga dari suporter yang menuntut penampilan maksimal.
Jika Persija berhasil mengamankan tiga poin melawan Persebaya, mereka tidak hanya mengembalikan kepercayaan diri, tetapi juga memperkecil jarak dengan tim-tim papan atas. Sebaliknya, kegagalan dapat membuat posisi mereka semakin terancam, mengharuskan perbaikan taktik drastis pada sisa pertandingan.
Secara keseluruhan, fase akhir liga menuntut konsistensi, kedalaman skuad, dan mental juara. Persija harus memanfaatkan peluang, menyeimbangkan rotasi pemain, serta memaksimalkan keunggulan rumah. Laga melawan Persebaya menjadi titik balik yang sangat penting untuk menebus kegagalan tiga pertandingan terakhir dan menghidupkan kembali harapan meraih gelar.