Subuh di Kota Besar: Tawuran dan Rusa Mengusik Warga

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 18 Mei 2026 | Kota besar seperti Jakarta dan Depok kerap menjadi tempat terjadinya tawuran antarkelompok pemuda. Aksi kejar-kejaran yang berujung pembacokan antarkelompok pemuda terjadi di Jalan Bandengan Utara, Pekojan, Jakarta, pada Jumat subuh lalu. Warga di sekitar lokasi tersebut khawatir karena kawasan tempat tinggalnya sering dijadikan jalur lintasan sekaligus arena bentrokan oleh kelompok tak dikenal.

Alfi, salah satu warga setempat, mengaku khawatir karena kawasan tempat tinggalnya sering dijadikan jalur lintasan sekaligus arena bentrokan oleh kelompok tak dikenal. ‘Memang sebenarnya di daerah sini tuh sudah pernah beberapa kali, di Jalan Bandengan itu mereka jadi jalurnya buat berantem. Yang satu datang dari kanan, yang satu dari kiri, pada ketemu di tengah gitu,’ kata Alfi.

Baca juga:
Harga Solar Meroket, Ratusan Nelayan Muara Angke Terpaksa Gantung Jaring

Menyikapi kondisi lingkungan yang dinilai semakin rawan, Alfi meminta aparat kepolisian memperpanjang jam patroli keamanan di wilayah tersebut. Ia berharap petugas dapat bersiaga hingga waktu subuh, bukan hanya pada malam hari. ‘Maunya saya ya polisi kalau patroli harus sampai subuh gitu, jangan pas malam aja gitu biar kita juga enggak takut,’ ucap Alfi.

Senada dengan Alfi, petugas keamanan setempat, Wawan, juga merasa terganggu dengan ulah kelompok pemuda yang kerap membuat keributan menjelang pagi. Wawan memastikan para pelaku tawuran yang menabrak tiang listrik dan terlibat aksi pembacokan pada Jumat lalu bukan merupakan warga sekitar Pekojan maupun Tambora.

Dalam beberapa hari terakhir, warga Depok juga mengalami kejadian aneh. Kawanan rusa tiba-tiba muncul di jalan yang hendak dilalui pemotor. Rusa tersebut ternyata ada pemiliknya, yaitu warga di sekitar Kabeda, Beji, Depok. Rusa keluar dari pagar dekat lokasi namun tidak sampai ke permukiman warga.

Menurut ketua RT 5/RW 2 Kukusan, Beji, Rahmat, rusa berasal dari lokasi pemancingan Kabeda. ‘Ceritanya itu kan emang sudah lama juga di Kabeda (tempat pemancingan) melihara rusa. Cuma karena tanahnya luas, mungkin enggak dipagar, pagarnya yang sebelah ujung terbuka, dia (rusa) keluar aja. Dan keluar juga masih di kawasan dia. Enggak ke permukiman, nggak ke atas-atas, masih di lingkungan Kabeda,’ ujar Rahmat.

Kesimpulan, perlu adanya peningkatan keamanan di kota besar seperti Jakarta dan Depok. Aksi tawuran dan kejadian aneh seperti kawanan rusa muncul di jalan harus diatasi dengan efektif dan efisien. Aparat kepolisian harus memperpanjang jam patroli keamanan di wilayah tersebut dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan.

Baca juga:
Misteri Tentara AS Hilang di Maroko: Operasi Pencarian Besar-besaran Washington Mengguncang Dunia Militer

Tinggalkan komentar