Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 23 April 2026 | Rabu (22/4/2026) menjadi hari duka bagi komunitas akademik dan warga Solo setelah sebuah truk tronton menabrak dua sepeda motor di depan SPBU Manahan, tepatnya di Tugu Wisnu. Kedua korban, keduanya mahasiswi magang di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo, dinyatakan meninggal dunia karena pendarahan berat di tempat kejadian.
Identitas dan Latar Belakang Korban
Korban pertama bernama Yunita (LN), berusia 21 tahun, berasal dari Palopo, Sulawesi Selatan, dan merupakan mahasiswi Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (Poltekpar) Makassar. Korban kedua, Ayu (A), juga berusia 21 tahun dan berasal dari kota yang sama, sedang menjalani program magang enam bulan di Kadin Solo sejak Februari 2026. Kedua mahasiswi tersebut mengendarai sepeda motor Yamaha Fazzio dan pada sore hari itu hendak mengisi bensin di SPBU Manahan setelah menyelesaikan tugas di kantor.
Kronologi Kecelakaan
Menurut keterangan Kasubdit 2 Gakkum Sat Lantas Polresta Solo, Ipda Yuli Nurus Yani, truk tronton yang melintas dari arah barat ke timur tiba‑tiba melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak sempat menghindar saat kedua motor memasuki zona lintasan truk. Akibat benturan, truk menabrak sisi kanan kedua motor, menjatuhkan kedua pengendara ke tanah. Yunita mengalami luka pada lengan dan kepala, sementara Ayu mengalami luka di bagian perut. Kedua korban langsung mengalami pendarahan hebat.
Tim medis dari RSUD dr. Moewardi dan ambulans yang tiba di lokasi melakukan pertolongan pertama, namun kondisi korban semakin memburuk. Setelah dievakuasi ke rumah sakit, dokter menyatakan kedua korban meninggal dunia akibat pendarahan yang tidak dapat dikendalikan.
Reaksi Pihak Kadin dan Keluarga
Denmas Arjun, koordinator bidang Event Organizer Kadin Solo, mengungkap bahwa kedua mahasiswi tersebut merupakan peserta magang yang aktif dan berprestasi. “Mereka sudah magang sejak Februari dan dijadwalkan selesai pada Juli. Selama magang, mereka terlibat dalam beberapa kegiatan, termasuk halalbihalal Kadin dua hari sebelum kejadian,” ujar Arjun dengan nada duka.
Arjun menambahkan bahwa tubuh kedua mahasiswi telah diterbangkan dari Solo ke Makassar pada pagi hari Rabu melalui layanan kargo penerbangan, dengan rute Solo‑Jakarta‑Makassar.
Langkah Penegakan Hukum
Polisi setempat telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti rekaman CCTV di sekitar SPBU Manahan. Pengemudi truk, seorang pria berusia 38 tahun, kini berada dalam tahanan sementara untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Penyidikan awal menunjukkan kemungkinan kelalaian dalam menjaga jarak aman serta kecepatan berlebih.
Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk besar di jalan perkotaan, memicu perbincangan mengenai kebijakan pembatasan kecepatan truk di area padat penduduk.
Tindakan Pemerintah Daerah dan Upaya Pencegahan
Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen pemerintah kota untuk meningkatkan keamanan lalu lintas. “Kami akan memperketat pengawasan terhadap kendaraan berat yang melintasi jalan utama, khususnya di sekitar area SPBU dan persimpangan yang rawan,” ujar Gibran dalam konferensi pers.
Selain itu, Dinas Perhubungan Solo berencana menambah rambu peringatan kecepatan dan menambah petugas lalu lintas pada jam sibuk sore hari. Pemerintah juga akan mengadakan sosialisasi keselamatan berkendara bagi pengemudi truk melalui kerja sama dengan asosiasi transportasi.
Kesimpulan
Kecelakaan truk tabrak motor di SPBU Manahan Solo meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, institusi pendidikan, serta masyarakat Solo. Investigasi masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan dan menilai tanggung jawab hukum. Sementara itu, pihak berwenang berupaya memperketat regulasi lalu lintas guna mencegah tragedi serupa di masa mendatang.