Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 27 April 2026 | Seorang wanita asal Jakarta Barat yang aktif di media sosial mengungkapkan bahwa ia harus berurusan dengan kista bahu setelah bermain padel secara berlebihan. Kondisi ini menjadi sorotan publik karena padel sedang naik daun sebagai olahraga rekreasi yang menyenangkan, namun kurangnya pemahaman tentang risiko overuse dapat berujung pada cedera serius.
Profil Pemain
Michelle Young Jonathan, dikenal sebagai content creator yang gemar berbagi aktivitas kebugaran, mulai mencoba padel pada Oktober 2025. Sebelumnya ia sudah terbiasa dengan renang dan basket sejak kecil, sehingga meyakini tubuhnya cukup fit untuk menambah satu cabang olahraga baru. Tak lama setelah itu, ia merasa ketagihan; ia mengaku hampir setiap hari menyempatkan diri bermain padel, bahkan meluangkan waktu hingga lebih dari delapan jam dalam satu sesi kompetisi atau latihan.
Gejala dan Diagnosis
Masalah muncul ketika Michelle merasakan tangan dan bahunya terasa lemas setelah menyelesaikan turnamen. Ia melaporkan rasa nyeri, penurunan kekuatan, serta sensasi “badan miring” pada sisi yang terkena. Setelah konsultasi dengan dokter spesialis kedokteran olahraga, dilakukan pemeriksaan MRI yang memperlihatkan peradangan pada tendon, sendi, dan jaringan lunak di sekitar bahu. Dokter menegaskan bahwa bahu mengalami overuse, dan diagnosis akhir adalah bone cyst (kista tulang) pada area bahu serta cedera pada ligamen kolateral medial (MCL) di siku.
Penyebab Kista Bahu pada Pemain Padel
Menurut dr. Sophia Hage, Sp.KO, kista bahu muncul ketika jaringan tulang mengalami stres berulang akibat gerakan servis, smash, dan forehand yang dilakukan tanpa pemanasan yang cukup. Pada padel, ayunan cepat dan perubahan arah yang intens menempatkan beban berlebih pada otot deltoid, supraspinatus, serta struktur tendon sekitar bahu. Jika tubuh tidak diberikan jeda yang memadai, mikrotrauma akan menumpuk, memicu peradangan kronis, dan pada akhirnya membentuk kantong berisi cairan di dalam tulang – itulah yang disebut kista.
Langkah Pencegahan
Dokter menekankan bahwa cedera dapat dihindari dengan menerapkan rutinitas latihan yang seimbang. Beberapa langkah penting meliputi:
- Pemanasan dinamis selama 10‑15 menit sebelum bermain, fokus pada rotasi bahu, shoulder circles, dan latihan mobilitas scapula.
- Latihan kekuatan khusus bahu dan inti (core) secara teratur, misalnya shoulder press, lateral raise, serta plank variations.
- Pendinginan (cool‑down) setelah sesi, termasuk stretching statis pada otot pectoralis, deltoid, dan trapezius.
- Pengaturan beban latihan: tidak bermain lebih dari 2‑3 jam berturut‑turut tanpa istirahat 48 jam antara sesi intensif.
- Cross‑training dengan olahraga lain seperti berenang atau angkat beban untuk mengurangi pola gerakan berulang.
Selain itu, pemain disarankan untuk memperhatikan sinyal tubuh; rasa lelah, nyeri ringan, atau penurunan performa sebaiknya menjadi indikator untuk menghentikan aktivitas dan melakukan evaluasi medis.
Kondisi Michelle kini berada dalam proses rehabilitasi. Ia menjalani fisioterapi, program penguatan bahu, serta terapi ultrasound untuk mempercepat penyembuhan jaringan. Dokter menegaskan bahwa kista bahu bersifat jinak dan biasanya tidak memerlukan operasi bila terdeteksi dini dan diikuti dengan program rehabilitasi yang konsisten.
Kasus ini menjadi peringatan bagi komunitas padel dan olahraga raket lainnya bahwa popularitas tidak boleh mengesampingkan prinsip dasar kebugaran: pemanasan, pemulihan, dan variasi latihan. Dengan memperhatikan faktor‑faktor tersebut, para pemain dapat menikmati manfaat padel tanpa harus mengorbankan kesehatan bahu mereka.