Demo Buruh Indomaret: Tuntut Upah Lembur dan Tolak Kebijakan Baru

Berita47 Dilihat
banner 468x60

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 26 Mei 2026 | JAKARTA, KOMPAS.com – Ratusan buruh dari PT Indomarco Prismatama, yang dikenal sebagai Indomaret, menggelar aksi demonstrasi di depan Menara Indomaret, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Selasa (26/5/2026). Para pekerja menuntut agar perusahaan tidak mengubah kebijakan pembayaran upah lembur pada hari libur nasional yang kini diganti dengan hari libur pengganti.

banner 336x280

Demonstrasi yang dimulai sekitar pukul 09.40 WIB ini dihadiri buruh dari berbagai cabang, termasuk peserta yang datang dari jauh seperti Bogor. Mereka membawa berbagai atribut, termasuk bendera organisasi buruh seperti FSPMI dan Partai Buruh. Aksi ini dipandu oleh mobil komando yang mengarahkan massa dalam menyuarakan tuntutan mereka.

Tuntutan Buruh

Dalam aksi tersebut, buruh menyampaikan enam tuntutan utama yang tertulis pada spanduk, antara lain:

  • Menolak segala bentuk pemaksaan dan intimidasi terhadap pekerja.
  • Menegaskan hak pekerja atas upah kerja lembur.
  • Menolak penggantian hak lembur dengan off tambahan yang sesuai dengan ketentuan.
  • Menuntut kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perusahaan dan Undang-undang Ketenagakerjaan.
  • Menuntut penindakan tegas terhadap oknum yang melakukan intimidasi.
  • Menjaga hubungan industrial yang baik.

Ahmad Saifudin, salah satu perwakilan buruh, menegaskan bahwa jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, mereka akan melanjutkan aksi dengan demonstrasi yang lebih besar di berbagai cabang nasional.

Kebijakan Baru yang Diprotes

Winda Ayu Kisnanti, seorang buruh yang telah bekerja di Indomaret selama enam tahun, menjelaskan bahwa selama ini pekerja yang masuk pada hari libur nasional selalu menerima pembayaran upah lembur. Namun, mulai Mei 2026, kebijakan itu berubah, di mana pekerja hanya mendapatkan pengganti hari libur tanpa tambahan upah lembur. Winda menganggap perubahan ini sangat memberatkan pekerja, terutama bagi mereka yang bergantung pada penghasilan tambahan dari lembur.

“Bukan hanya angka Rp 400.000-nya, tapi kebutuhan di rumah itu lebih penting dari yang diduga,” kata Winda, menekankan pentingnya upah lembur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Reaksi dan Dampak Aksi

Selama aksi berlangsung, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat terhambat, namun polisi telah menerapkan skema contraflow untuk mengatasi kepadatan. Setelah beberapa jam, massa buruh mulai membubarkan diri untuk melanjutkan aksi ke Kementerian Ketenagakerjaan, di mana mereka berharap bisa melakukan mediasi mengenai tuntutan mereka.

Seorang karyawan lainnya, Christopher, yang datang dari cabang Indomaret Bogor, juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap perubahan sistem lembur yang baru. Ia menilai kebijakan ini tidak adil dan menuntut agar perusahaan mematuhi hak-hak pekerja sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Demonstrasi ini menunjukkan ketidakpuasan yang mendalam di kalangan buruh Indomaret tentang kebijakan perusahaan yang dianggap merugikan mereka. Aksi ini adalah sinyal bahwa pekerja akan terus berjuang untuk hak-hak mereka dan menuntut keadilan dalam lingkungan kerja.

banner 336x280
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga: