Hendrik Irawan Buka Suara: Modal 3,5 Miliar dan Cuan Rp6 Juta Sehari Belum Balik Modal

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 25 Maret 2026 | Jakarta – Pengusaha muda Hendrik Irawan kembali menjadi sorotan publik setelah ia mengklarifikasi pernyataan mengenai investasi modal sebesar tiga setengah miliar rupiah dan pendapatan harian mencapai enam juta rupiah dari bisnis MBG (Mitra Bintang Gemilang). Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada Senin, 24 Maret 2026, Hendrik menegaskan bahwa meskipun angka pendapatan harian terkesan menggiurkan, perusahaan belum mencapai titik impas atau kembali menutupi modal awal yang dikeluarkan.

Hendrik, yang memulai usaha MBG pada akhir 2022, menjelaskan bahwa modal sebesar Rp3,5 miliar merupakan gabungan antara dana pribadi, pinjaman bank, serta investasi dari beberapa mitra bisnis. “Kami mengalokasikan dana tersebut untuk pembangunan infrastruktur, pembelian peralatan, serta kampanye pemasaran digital yang intensif selama enam bulan pertama,” ungkapnya. “Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan penjualan produk secara berkelanjutan,” tambahnya.

Baca juga:
Alarm Ekonomi Kelas Menengah: Mengapa Potensi Zakat Fitrah 2026 Menurun Tajam?

Strategi Pemasaran dan Operasional

Menurut Hendrik, strategi utama MBG berfokus pada pemanfaatan platform e‑commerce serta media sosial sebagai saluran utama penjualan. Timnya mengadopsi model dropship, menggabungkan produk lokal dengan merek internasional, serta menambah layanan pelanggan 24 jam. “Kami mengoptimalkan iklan berbayar di platform seperti Instagram, TikTok, dan Google Ads, yang memang terbukti meningkatkan konversi penjualan secara signifikan,” kata Hendrik.

Selain itu, Hendrik menekankan bahwa sebagian besar biaya operasional masih berada pada tahap pengembangan, termasuk biaya gaji tim inti (sekitar 15 orang), sewa gudang, serta biaya logistik yang belum sepenuhnya efisien. “Kami masih dalam proses negosiasi dengan penyedia logistik untuk menurunkan tarif pengiriman, yang akan berimbas langsung pada margin keuntungan kami,” jelasnya.

Angka Pendapatan Harian

Angka enam juta rupiah per hari yang dilaporkan Hendrik merupakan rata‑rata penjualan kotor selama tiga bulan terakhir. Namun, ia menegaskan bahwa angka tersebut belum mencerminkan laba bersih setelah dipotong semua biaya operasional, pajak, dan pembayaran cicilan pinjaman. “Jika dihitung secara bruto, angka itu memang mengesankan, tetapi ketika kita mengurangkan biaya produksi, pemasaran, serta beban keuangan, margin bersih masih berada di kisaran 10–12 persen,” ujarnya.

Baca juga:
Serangan Iran Guncang Pasokan Energi Global: LNG Qatar Terkunci, Harga Minyak Meroket 7%

Hendrik menambahkan bahwa pendapatan harian tersebut masih berada di bawah target internal yang ditetapkan pada awal tahun 2024, yaitu Rp10 juta per hari. “Kami masih jauh dari target itu, dan itulah mengapa saya menegaskan bahwa kami belum balik modal,” katanya.

Rencana Kedepan dan Upaya Mempercepat Impas

Untuk mempercepat proses balik modal, Hendrik mengungkapkan beberapa langkah strategis yang akan diambil dalam enam bulan ke depan:

  • Pengembangan lini produk baru yang memiliki nilai tambah tinggi dan margin lebih besar.
  • Ekspansi ke pasar regional melalui kerjasama dengan marketplace di Asia Tenggara.
  • Optimasi rantai pasokan dengan mengadopsi teknologi AI untuk prediksi permintaan dan manajemen inventaris.
  • Peningkatan program loyalitas pelanggan guna meningkatkan retensi dan nilai transaksi per pengguna.

Ia juga menegaskan bahwa perusahaan sedang menyiapkan putaran pendanaan Seri B yang akan melibatkan investor institusional, dengan tujuan mengumpulkan tambahan dana sekitar Rp2 miliar untuk memperkuat modal kerja dan memperluas jaringan distribusi.

Baca juga:
Beban Utang Pemerintah Membengkak: Ancaman Jatuh Tempo 2026 Menggoyang Penerimaan Pajak

Selama sesi tanya‑jawab, beberapa wartawan menyoroti isu transparansi keuangan dan risiko kebangkrutan. Hendrik merespon dengan menampilkan laporan keuangan tiga kuartal terakhir, yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan sebesar 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meski laba bersih masih berada pada angka negatif sekitar Rp1,2 miliar.

Ia menutup konferensi pers dengan pernyataan optimis, bahwa meskipun tantangan masih besar, MBG memiliki fondasi yang kuat dan tim yang kompeten untuk mengatasi hambatan. “Kami percaya pada visi jangka panjang, dan setiap langkah yang kami ambil adalah bagian dari proses menuju profitabilitas yang berkelanjutan,” tutupnya.

Dengan klarifikasi tersebut, publik dan para investor kini memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi keuangan MBG. Meskipun pendapatan harian mencapai enam juta rupiah, realita keuangan menunjukkan bahwa perusahaan masih berjuang untuk menutup celah antara biaya dan pendapatan, serta mengembalikan modal awal kepada para pemangku kepentingan.