Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 25 Mei 2026 | Pemerintah melakukan perampingan terhadap ratusan anak usaha BUMN untuk memacu produktivitas dan efisiensi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja BUMN dan memberikan kontribusi nyata bagi kas negara dan masyarakat luas.
Menurut Managing Partner BUMN Research Group LM FEB Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto, pengurangan entitas akan berdampak langsung pada struktur biaya dan meminimalkan tumpang tindih fungsi operasional. Beberapa anak usaha korporasi kakap pelat merah yang dipangkas adalah 47 anak usaha PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN, 28 anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG), hingga 17 anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.
Integrasi Pascamerger
Toto menambahkan bahwa tantangan utama dari proses konsolidasi makro ini terletak pada tahapan implementasi pascamerger. Banyaknya kegagalan penciptaan nilai di tubuh BUMN usai konsolidasi umumnya disebabkan oleh eksekusi integrasi yang kurang matang.
Oleh karena itu, keberadaan Tim Pengelola Proyek atau Project Management Office (PMO) yang kuat dan independen menjadi syarat mutlak untuk mengawal proses transformasi serta integrasi korporasi secara menyeluruh.
Pelatihan Industri Semikonduktor
Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan pelatihan bagi 15 ribu generasi muda Indonesia untuk menguasai industri semikonduktor dalam kurun waktu tiga tahun mendatang. Strategi ini memanfaatkan cadangan silika nasional untuk mendukung hilirisasi industri serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok chip global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan strategis dalam pengembangan industri semikonduktor global melalui populasi besar yang mencapai 285 juta jiwa dan proyeksi ekonomi digital Indonesia sebesar USD400 miliar pada 2030.
Potensi ini diperkirakan meningkat hingga USD600 miliar seiring rencana penandatanganan ASEAN Digital Economy Framework Agreement tahun ini. Indonesia memiliki cadangan mineral strategis seperti silika yang dapat dihilirisasi untuk kebutuhan fab semikonduktor dan rantai pasok chip global.
Kesimpulan dari upaya pemerintah ini adalah untuk meningkatkan kinerja BUMN dan memperkuat posisi Indonesia dalam industri semikonduktor global. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kas negara dan masyarakat luas.
















