Revolusi Logistik: Dryport Berbasis Rel Siap Guncang Industri di KEK Industropolis Batang

banner 468x60

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 23 April 2026 | Jakarta, 22 April 2026 – Pemerintah Indonesia bersama sejumlah BUMN strategis mengumumkan peluncuran proyek infrastruktur logistik terbesar tahun ini: dryport berbasis rel yang akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. Proyek ini menandai langkah maju dalam upaya memperkuat konektivitas rantai pasok nasional serta menurunkan biaya logistik melalui integrasi multimoda yang lebih efisien.

Latar Belakang Proyek

Inisiatif pengembangan dryport dimulai setelah PT Kawasan Industri Terpadu Batang menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan empat mitra utama: PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda), serta Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang. Kesepakatan tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk menciptakan satu simpul logistik terintegrasi yang menghubungkan jalur kereta api, pelabuhan laut, dan jaringan distribusi darat.

banner 336x280
  • PT Kawasan Industri Terpadu Batang – pemilik lahan dan pengelola KEK Industropolis.
  • PT Kereta Api Indonesia (Persero) – penyedia jaringan dan layanan angkutan barang berbasis rel.
  • PT Pelabuhan Indonesia (Persero) – pengelola layanan pelabuhan nasional.
  • PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda) – pendukung pembiayaan dan pengembangan infrastruktur.
  • Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang – peran pemerintah daerah dalam penyediaan fasilitas.

Detail Fasilitas dan Kapasitas

Dryport Industropolis Batang akan dibangun di atas lahan seluas kira‑kira 30 hektare. Fasilitas ini dirancang dengan kapasitas awal 600.000 hingga 650.000 TEU per tahun, dengan potensi peningkatan hingga satu juta TEU seiring pertumbuhan kawasan industri dan permintaan pasar global. Integrasi langsung ke jaringan kereta api memungkinkan pemindahan kontainer dari pelabuhan ke zona industri tanpa harus melewati jalur darat yang padat, sehingga mengurangi waktu transit dan emisi karbon.

Groundbreaking proyek dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni 2026, menandai dimulainya fase konstruksi utama. Seluruh proses diharapkan selesai dalam tiga tahun, dengan target operasional penuh pada akhir 2029.

Pernyataan Pejabat

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menegaskan bahwa pengembangan dryport selaras dengan agenda pemerintah memperkuat sistem logistik nasional. “Penguatan konektivitas berbasis rel dan integrasi dengan pelabuhan menjadi kunci untuk menurunkan biaya logistik nasional. Inisiatif seperti di Industropolis Batang ini adalah contoh konkret bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan solusi nyata bagi efisiensi dan daya saing ekonomi Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menambahkan bahwa jaringan rel akan menjadi “game changer” dalam distribusi barang. “KAI siap mendukung penuh pengembangan dryport ini melalui penyediaan layanan angkutan barang berbasis rel yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Integrasi antara kawasan industri dan jaringan kereta api akan memberikan nilai tambah signifikan bagi para pelaku industri,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, menilai bahwa dryport akan memperluas ekosistem pelabuhan nasional. “Dryport Industropolis Batang akan menjadi perpanjangan layanan pelabuhan yang memungkinkan proses logistik dilakukan lebih dekat dengan kawasan industri. Ini akan meningkatkan efisiensi, mempercepat arus barang, dan memperkuat konektivitas dengan jaringan pelabuhan global,” ungkapnya.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Proyek ini diproyeksikan menciptakan ribuan lapangan kerja, baik selama fase konstruksi maupun operasional. Selain itu, dengan mengalihkan sebagian besar transportasi barang dari jalan raya ke rel, dryport diharapkan dapat menurunkan tingkat kemacetan serta mengurangi emisi CO₂ sebesar 15‑20 persen pada tahun-tahun pertama operasional.

Konektivitas yang lebih kuat antara kawasan industri Jawa Tengah dan pelabuhan utama seperti Tanjung Priok, Belawan, dan Makassar akan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional. Investor asing maupun domestik diperkirakan akan menambah investasi di Industropolis Batang, menjadikannya salah satu pusat logistik terpenting di Pulau Jawa.

Secara keseluruhan, dryport berbasis rel di KEK Industropolis Batang tidak hanya menjadi infrastruktur fisik, melainkan simbol transformasi logistik Indonesia menuju sistem yang lebih modern, berkelanjutan, dan terintegrasi.

banner 336x280