Protes Hebat Kelompok Pro-Palestina Geruduk Pabrik Drone Israel di Leicester, Enam Tertangkap

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 28 April 2026 | Sejumlah aktivis pro-Palestina yang bernaung di bawah People Against Genocide melakukan aksi penyerangan terhadap fasilitas produksi drone milik Elbit Systems di Leicester pada Jumat (24/4/2026). Aksi tersebut menimbulkan kegemparan publik dan berujung pada penangkapan enam orang oleh pihak kepolisian setempat.

Latar Belakang Aksi

Elbit Systems, perusahaan pertahanan asal Israel, memiliki pabrik di Leicester yang diketahui memproduksi sekitar 85 % drone dan peralatan militer yang digunakan oleh angkatan bersenjata Israel. Kerja sama antara Inggris dan Israel dalam bidang pertahanan telah lama menjadi target protes dari kelompok pro-Palestina, yang menilai keterlibatan Inggris memperparah konflik di Gaza.

Baca juga:
Ribuan Warga Gugat Anggaran Mewah Rp 8,5 Miliar & Rp 25 Miliar, Siapkan Aksi Besar di Kantor Gubernur Kaltim

Rincian Penyerangan

Menurut saksi mata, para aktivis berhasil memasuki area pabrik melalui atap pada malam hari, kemudian menyusuri lorong‑lorong internal sambil menyemprotkan cat berwarna di dinding dan atap. Tulisan yang terlihat antara lain “Free Palestine”, “Intifada Revolution”, serta slogan tegas “Shut Elbit Down”. Selama berada di dalam, mereka merekam video aksi untuk disebarkan lewat media sosial, dengan tujuan menarik perhatian internasional terhadap apa yang mereka sebut sebagai genosida yang dilakukan Israel di Palestina.

Permintaan dan Tuntutan

Kelompok People Against Genocide menyatakan bahwa tujuan utama mereka adalah menghentikan perdagangan senjata antara Inggris dan Israel serta menutup pabrik yang dianggap menjadi sumber utama drone penyerangan di Gaza. Berikut beberapa tuntutan yang mereka sampaikan:

  • Penutupan total pabrik Elbit Systems di Leicester.
  • Penghentian semua ekspor drone buatan Israel ke wilayah konflik.
  • Penarikan dukungan militer Inggris terhadap operasi militer Israel.

Reaksi Kepolisian

Pihak kepolisian Leicester melaporkan bahwa enam orang aktivis berhasil ditangkap setelah melakukan perusakan properti. Dalam pernyataannya, kepolisian menegaskan bahwa hak untuk melakukan protes secara damai tetap dihormati, namun tindakan yang berujung pada vandalisme dan pelanggaran hukum tidak dapat dibiarkan. Mereka menambahkan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan para tersangka akan menghadapi proses hukum.

Baca juga:
Mengapa AS dan Israel Menyerang Iran? – Analisis Konflik yang Memanas di Timur Tengah

Sejarah Protes terhadap Elbit Systems

Aksi ini bukan pertama kalinya Elbit Systems menjadi sasaran demonstrasi di Inggris. Selama beberapa tahun terakhir, kelompok‑kelompok pro-Palestina secara rutin menggelar aksi di depan pabrik tersebut, menuntut pemerintah Inggris menutup fasilitas produksi yang dianggap memperkuat mesin perang Israel. Meskipun protes sebelumnya sering berakhir dengan dialog atau penarikan sementara, aksi masuk lewat atap yang berujung perusakan menandai eskalasi taktik yang lebih agresif.

Dampak Politik dan Ekonomi

Penangkapan enam aktivis menambah tekanan pada pemerintah Inggris, yang harus menyeimbangkan hubungan strategis dengan Israel sekaligus menanggapi kritik domestik tentang keterlibatan dalam konflik Gaza. Di sisi ekonomi, Elbit Systems menyatakan komitmennya untuk melanjutkan operasi di Leicester, namun menegaskan bahwa semua kegiatan produksi mematuhi regulasi lokal dan internasional.

Para analis politik menilai bahwa protes pabrik drone ini dapat memicu debat lebih luas mengenai kebijakan pertahanan Inggris, serta menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab etis perusahaan militer dalam konflik bersenjata.

Baca juga:
Menlu Fidan: Turki Jadi Target Selanjutnya dalam Konflik Israel‑Palestina?

Dengan aksi yang terekam dan tersebar luas di platform digital, kelompok People Against Genocide berharap dapat memperkuat solidaritas internasional serta menekan pemerintah Inggris untuk mengambil langkah konkret dalam menutup jalur pasokan senjata ke wilayah konflik.

Meski aksi tersebut menimbulkan kerusakan fisik pada properti pabrik, para aktivis menegaskan bahwa tujuan akhir mereka adalah mengakhiri apa yang mereka pandang sebagai dukungan tak bersyarat terhadap kebijakan militer Israel.

Ke depan, dinamika antara pemerintah Inggris, perusahaan pertahanan, dan kelompok pro-Palestina diperkirakan akan tetap menjadi sorotan publik, terutama menjelang pemilihan umum yang akan datang.

Tinggalkan komentar