Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 09 April 2026 | Jakarta, 9 April 2026 – Sejumlah laporan mengaitkan nama penyanyi dangdut muda Lesti Kejora dengan program giveaway yang ternyata tidak pernah ada. Suami Lesti, aktor dan presenter Rizky Billar, pada konferensi pers di Ampera, Jakarta Selatan, menegaskan bahwa semua tuduhan tersebut bersifat fitnah dan menjerumuskan publik pada penipuan. Tak hanya membantah, Rizky juga mengungkap sisi lain kehidupan Lesti yang jarang terlihat: kehidupan orang tua Lesti di kampung halaman serta tabir asli dari sang ibu, Endang Mulyana.
Penipuan Giveaway yang Menggunakan Nama Lesti Kejora
Rizky Billar menjelaskan bahwa sejak akhir 2025, muncul banyak postingan di media sosial yang menawarkan hadiah berupa uang tunai, barang elektronik, atau voucher dengan mengatasnamakan Lesti Kejora. “Kami sudah berulang kali mengeluarkan pernyataan resmi, baik melalui manajemen maupun akun resmi, bahwa Lesti tidak pernah mengadakan giveaway dalam bentuk apapun,” kata Rizky.
Modus operandi penipu biasanya meminta korban membayar sejumlah uang terlebih dahulu sebagai syarat klaim hadiah. Salah satu korban adalah seorang pekerja yang sedang memperbaiki vila milik pasangan selebritas tersebut. Pekerja itu mengaku menerima pesan yang mengaku berasal dari tim Lesti, menuntut pembayaran Rp1 juta untuk mengaktifkan hadiah. Setelah menyadari penipuan, korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keamanan.
Rizky menambahkan, “Kami bahkan menerima surat resmi dari korban yang menuntut ganti rugi. Karena kami menghargai kepercayaan publik, kami memutuskan mengganti kerugian tersebut meski nilai yang diminta tidak besar menurut standar kami.” Ia menegaskan kembali agar masyarakat tidak mudah percaya pada tawaran serupa dan selalu memverifikasi sumber informasi.
Bahaya Video Deepfake Berbasis AI
Selain penipuan berbasis teks, Rizky mengingatkan publik tentang ancaman baru yang muncul melalui teknologi Artificial Intelligence (AI). Beberapa video deepfake menampilkan sosok Lesti yang seolah‑olah berbicara atau melakukan tindakan yang tidak pernah terjadi. “Saya sering menerima DM yang menanyakan keabsahan video tersebut. Banyak orang, terutama generasi Z, belum paham cara membedakan konten asli dan buatan AI,” ungkapnya.
Rizky mengimbau generasi milenial untuk mengedukasi orang tua mereka, yang cenderung menjadi sasaran empuk karena kurang familiar dengan teknologi tersebut. “Jika orang tua kita tidak tahu, mereka mudah terperangkap dalam penipuan yang menggunakan wajah publik figur sebagai umpan,” kata Rizky.
Kehidupan Orang Tua Lesti Kejora di Kampung
Di tengah sorotan publik, Rizky juga meluangkan waktu untuk menyoroti kehidupan sederhana orang tua Lesti, Endang Mulyana dan suaminya, yang masih menetap di kampung asal Lesti, Kabupaten Bandung. Menurut Rizky, mereka tinggal di sebuah rumah panggung tradisional dengan kebun sayur yang dikelola secara organik. “Endang Mulyana adalah perempuan yang sangat pekerja keras. Setiap pagi ia bangun sebelum fajar untuk menyiapkan sarapan dan mengurus kebun,” jelas Rizky.
Kehidupan di desa tetap mempertahankan nilai gotong‑royong. Tetangga dan kerabat sering membantu menyiapkan acara adat atau membantu mengurus kebun ketika musim panen tiba. Rizky menambahkan, “Meskipun Lesti kini menjadi bintang nasional, ia tetap rutin mengunjungi orang tuanya setiap bulan, membantu memperbaiki atap rumah dan berbagi hasil penjualan musiknya dengan keluarga.”
Tabir Asli Endang Mulyana Menurut Rizky
Rizky menegaskan bahwa publik seringkali salah menilai karakter Endang Mulyana karena hanya melihat cuplikan singkat di media. “Endang sebenarnya seorang yang sangat disiplin, tegas, namun penuh kasih. Ia menolak semua tawaran komersial yang mengusik kehidupan desa,” ujar Rizky.
Endang dikenal menolak ajakan brand untuk menjadi brand ambassador atau ikut serta dalam iklan komersial. “Ia lebih memilih menjaga integritas diri dan tidak mengkomersialkan nama keluarga,” tambah Rizky. Sikap ini menurutnya menjadi contoh nyata tentang bagaimana selebriti dapat tetap memegang nilai-nilai tradisional tanpa terjebak dalam gemerlap dunia hiburan.
Langkah Preventif dan Harapan Kedepan
Rizky menutup konferensi pers dengan menekankan pentingnya edukasi digital. Ia mengajak pemerintah, platform media sosial, dan komunitas untuk bersama‑sama menyaring konten berbahaya serta memberikan pelatihan literasi digital kepada masyarakat, terutama generasi yang lebih tua.
Dengan menggabungkan klarifikasi tentang penipuan giveaway, peringatan terhadap video AI, serta menyoroti kehidupan orang tua Lesti yang tetap sederhana, Rizky berharap publik dapat melihat sosok Lesti dan keluarganya secara lebih utuh. “Kami mengajak semua pihak untuk tidak mudah terprovokasi, tetap kritis, dan selalu menghargai nilai-nilai keluarga yang menjadi pondasi kesuksesan kami,” tutupnya.