Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 01 Juni 2026 | Arsenal mengalami kekecewaan besar setelah kalah dalam adu penalti melawan Paris Saint-Germain di final Liga Champions. Meskipun kehilangan kesempatan untuk meraih gelar juara, pelatih Mikel Arteta tetap menjelaskan keputusan taktis yang diambilnya selama pertandingan, terutama terkait dengan susunan pemain yang mengambil penalti.
Arteta menyatakan bahwa Gabriel Magalhaes, bek Brasil, meminta untuk mengambil penalti kelima setelah pemain-pemain yang biasanya mengambil penalti, seperti Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Kai Havertz, sudah tidak berada di lapangan. Keputusan ini memicu pertanyaan, terutama karena Gabriel gagal mengubah penaltinya menjadi gol.
Reaksi Pasca Pertandingan
Setelah pertandingan, Arteta menjelaskan bahwa Gabriel memang ingin mengambil penalti kelima. Ia menegaskan bahwa Arsenal telah mempersiapkan dan berlatih untuk situasi seperti ini, tetapi pada akhirnya, hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Arteta juga menyinggung tentang keputusan wasit yang tidak mempengaruhi hasil pertandingan, terutama terkait dengan tantangan yang dilakukan terhadap Noni Madueke.
Di sisi lain, Declan Rice, gelandang Arsenal, membela rekan-rekannya yang gagal mengambil penalti. Ia menyatakan bahwa Gabriel dan Eberechi Eze tidak seharusnya disalahkan untuk kekalahan tersebut, karena mereka berdua telah memberikan kontribusi besar bagi tim sepanjang musim. Rice menekankan bahwa kekalahan dalam adu penalti adalah bagian dari sepak bola, dan yang terpenting adalah memetik pelajaran dan terus maju.
Refleksi Musim
Meskipun kehilangan kesempatan untuk meraih gelar Liga Champions, Arteta tetap optimis tentang masa depan Arsenal. Ia menekankan bahwa tim telah mencapai kemajuan besar sepanjang musim ini, terutama dengan meraih gelar juara Liga Premier setelah 22 tahun. Arteta berharap bahwa pengalaman ini akan menjadi pelajaran berharga bagi pemain dan staf, sehingga mereka dapat terus berkembang dan menjadi lebih kuat di musim-musim mendatang.
Pertandingan ini juga menandai akhir dari musim yang panjang dan melelahkan bagi Arsenal. Namun, dengan dukungan yang kuat dari para pendukung, Arteta yakin bahwa tim akan dapat pulih dan kembali lebih kuat di musim depan. Sementara itu, perayaan atas gelar juara Liga Premier akan tetap dilaksanakan, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan oleh para pemain sepanjang musim.
















