Operasi Pesta Copet: Ketika Festival Musik Jadi Arena Bertahan Hidup

banner 468x60

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 11 July 2026 | Festival musik selalu identik dengan euforia dan kebersamaan, namun film "Operasi Pesta Copet" justru mengajak penonton melihat sisi lain dari keramaian itu. Film produksi Imajinari, Angin Segar, dan BOSS Creator ini resmi merilis trailer perdananya, memperkenalkan kisah empat copet amatir yang menyusup ke tengah lautan penonton Pestapora dengan satu tujuan: menggasak sebanyak mungkin telepon genggam.

Empat Copet Amatir di Tengah Lautan Penonton

banner 336x280

Trailer Operasi Pesta Copet memperkenalkan empat copet amatir—Ijal (Iqbaal Ramadhan), Adut (Kristo Immanuel), Tia (Zulfa Maharani), dan Melodi (Kawai Labiba)—yang menyusup ke tengah ribuan penonton Pestapora. Mereka mempelajari skena musik bukan karena ingin menjadi bagian dari komunitas penikmat konser, melainkan demi satu misi: menggasak sebanyak mungkin telepon genggam tanpa menarik perhatian.

Aksi memindahkan ponsel dari satu tangan ke tangan lain menjadi salah satu elemen yang paling menegangkan dalam trailer. Menariknya, adegan-adegan tersebut tidak mengandalkan trik penyuntingan semata. Demi membuat aksi para copet terasa meyakinkan, Iqbaal Ramadhan—yang juga menjalani debut sebagai produser film ini—bersama para pemain mengikuti workshop khusus bersama pesulap Bow Vernon.

"Sejak awal kami tidak mau yang nyopet adalah editing-nya," ujar aktor yang baru-baru ini juga berperan sebagai karakter 'tak biasa' dalam film Monster Pabrik Rambut ini. "Jadi saya bersama para pemain benar-benar harus bisa nyopet. Kami latihan bersama Bow Vernon sampai akhirnya punya keterampilan itu."

Latar Cerita di Pestapora

Memakai Pestapora sebagai latar ceritanya, euforia festival musik, film Operasi Pesta Copet menghadirkan kisah empat copet amatir yang mengajak penonton melihat bagaimana himpitan ekonomi dapat mengubah keramaian menjadi arena bertahan hidup.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 27 Agustus tahun ini. Premis ceritanya memang terdengar jenaka sekaligus provokatif, bukan hanya karena mengangkat pencopet sebagai tokoh utama, tetapi juga karena menjadikan Pestapora, salah satu festival musik terbesar di Indonesia, sebagai latar cerita melalui kolaborasi resmi dengan penyelenggaranya sendiri.

Meski demikian, Operasi Pesta Copet tampaknya tidak sedang meromantisasi tindak kriminal. Trailer justru memberi isyarat bahwa film ini ingin berbicara tentang pilihan-pilihan yang lahir dari himpitan ekonomi: tentang orang-orang yang mengambil jalan pintas ketika kesempatan hidup terasa semakin sempit.

Di saat yang sama, kolaborasi antara rumah produksi dan Pestapora menghadirkan pertanyaan yang menarik: bagaimana sebuah festival musik memilih menjadi bagian dari cerita tentang pencopetan yang selama ini justru menjadi salah satu kekhawatiran terbesar para pengunjung konser?

Konklusi:

Operasi Pesta Copet menawarkan perspektif unik tentang festival musik dan kisah empat copet amatir yang berusaha bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi. Dengan trailer yang menegangkan dan kolaborasi yang menarik, film ini siap untuk menjadi salah satu perhatian di bioskop mulai 27 Agustus tahun ini.

banner 336x280
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:

Tinggalkan Balasan