Pelatih Persipura Desak Bebas Ekspresi, Target Tetap Menang: Kemenangan 3-1 atas PSIS Semarang Jadi Bukti Nyata

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 19 April 2026 | JAKARTA – Di balik sorotan media dan sorak penonton, pelatih Persipura Jayapura, Rahmah Darmawan, menegaskan strategi sederhana namun krusial: biarkan pemain tampil lepas. “Kami menginginkan kebebasan bergerak di lapangan, tanpa tekanan berlebih, sehingga setiap pemain dapat menyalurkan potensi maksimal,” ujarnya sebelum laga pekan ke-25 Pegadaian Championship 2025/2026 melawan PSIS Semarang.

Strategi tersebut terbukti efektif. Pada Sabtu (24/4), Persipura kembali menancapkan kaki di jalur kemenangan setelah menundukkan PSIS Semarang dengan skor 3-1 di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua. Kemenangan ini tidak hanya mengembalikan kepercayaan diri tim, tetapi juga memperkuat posisi mereka di puncak klasemen Grup 2 dengan 50 poin, menjauhkan ancaman relegasi dan menegaskan ambisi kembali ke Liga 1 pada musim 2026.

Baca juga:
Tragedi Mematikan: Mobil Pengantar Pengantin Tabrakan Jurang di Layang Lekat, Korban Meninggal Bertambah Jadi Tiga Orang

Rangkaian Gol dan Momen Penentu

Serangan Persipura dimulai dari menit awal ketika Jeam Kelly Sroyer membuka keunggulan lewat tembakan jarak jauh yang melesat ke sudut kiri gawang lawan. Tak lama kemudian, Reno Salampessy menambah angka lewat serangan balik cepat, memanfaatkan ruang yang ditinggalkan PSIS setelah kehilangan bola di lini tengah. Gol ketiga dicetak oleh Viktor Mansaray, yang menegaskan keunggulan tim lewat penyelesaian satu lawan satu di dalam kotak penalti.

PSIS Semarang hanya mampu membalas sekali melalui gol Beto Goncalves, yang memanfaatkan kesalahan pertahanan pada menit ke-70. Namun, keunggulan tiga gol Persipura sudah terlalu lebar untuk dikejar.

Penalti yang Gagal dan Dampaknya

Di babak pertama, Persipura mendapatkan peluang emas melalui tendangan penalti yang diambil oleh Ramai Rumakiek. Sayangnya, tekanan mental tampak menguasai sang algojo, sehingga tembakan meleset jauh ke luar tiang. Pelatih Rahmad menilai kegagalan tersebut sebagai konsekuensi ketegangan yang dirasakan pemain pada awal pertandingan. “Ketegangan pemain terlihat saat kami mendapatkan penalti namun gagal dimanfaatkan oleh Ramai Rumakiek,” katanya. “Memasuki babak kedua pemain lebih menikmati permainan sehingga kami bisa meraih tiga poin,” tambahnya.

Baca juga:
Lim Ji Yeon Kembali Gempar: 3 Pasangan Brondong, Komplotan Heo Nam Jun, dan Reunion Aktor 2026

Menurut pemain muda Kelly Sroyer, pertandingan di hadapan publik sendiri menambah beban psikologis, namun tim berhasil mengatasi tekanan tersebut. “Meskipun berat, kami tetap berusaha maksimal dan berhasil meraih kemenangan pada pertandingan ini,” ujarnya.

Target Selanjutnya dan Tantangan Mendatang

Setelah menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol, Persipura akan melanjutkan perjuangannya pada pertandingan berikutnya dengan menandang ke markas Persipal Palu di Stadion Gawalise pada Minggu (25/4). Pelatih Rahmad menegaskan bahwa meskipun hasil positif, fokus utama tetap pada konsistensi performa dan penerapan filosofi permainan lepas.

“Target kami tetap sama: memenangkan setiap laga,” ujar Rahmad. “Kebebasan bermain bukan berarti mengabaikan taktik, melainkan memberi ruang bagi kreativitas pemain untuk muncul,” tegasnya.

Baca juga:
Honda Super Cub C125 2026: Legenda Kembali Segar, Hemat BBM, dan Jadi Incaran Kolektor!

Reaksi Penggemar dan Dampak Sosial

Keberhasilan Persipura tidak hanya dirayakan oleh suporter di stadion, tetapi juga oleh komunitas sepak bola Papua yang melihat tim kesayangan mereka kembali menancapkan piala di puncak klasemen. Sejumlah pendukung mengungkapkan kebanggaan mereka melalui media sosial, menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur, termasuk fasilitas olahraga terpadu yang baru saja diresmikan di Kota Jayapura.

Gubernur Papua pun menyampaikan optimisme bahwa prestasi ini menjadi sinyal kuat bagi Persipura untuk kembali berkompetisi di Liga 1 musim 2026. “Kami berharap prestasi ini dapat memacu pengembangan sepak bola di Papua dan memberikan inspirasi bagi generasi muda,” katanya.

Secara keseluruhan, kemenangan 3-1 atas PSIS Semarang menegaskan bahwa kebebasan berekspresi di lapangan, dipadukan dengan disiplin taktik, dapat menjadi formula kemenangan. Dengan semangat yang tetap tinggi dan target kemenangan yang tidak berubah, Persipura Jayapura siap melangkah ke pertandingan berikutnya, berharap menambah koleksi poin dan memperkuat posisi puncak klasemen.

Tinggalkan komentar