Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 14 April 2026 | Setelah berbulan‑bulan menjadi sorotan publik karena dugaan pencemaran nama baik terhadap mantan istri pesepakbola Pratama Arhan, Azizah Salsha, selebgram Muhammad Jannah yang lebih dikenal dengan nama panggung Bigmo, akhirnya mengungkapkan langkah‑langkah konkret yang diambilnya untuk meraih maaf. Peristiwa yang sempat menjadi topik hangat di media sosial ini bermula ketika netizen menggodoknya menjadi pasangan virtual dengan Azizah, memicu spekulasi dan kemudian memuncak menjadi sengketa hukum.
Latar Belakang Kontroversi
Pada awal 2026, konten yang diproduksi oleh Bigmo dianggap menyebarkan informasi yang tidak akurat tentang Azizah Salsha. Keluarga Azizah, yang dikenal dengan nama keluarga Zize, menilai hal tersebut sebagai pencemaran nama baik dan melaporkannya ke Bareskrim Polri. Kasus ini menambah beban emosional bagi Bigmo, yang mengaku merasakan kegelisahan karena tindakannya telah melukai perasaan keluarga besar Zize.
Langkah‑Langkah Pemulihan
Dalam rangka memperbaiki citra dan menunjukkan keseriusan permintaan maaf, Bigmo menjalankan serangkaian tindakan yang ia sebut sebagai “behind the scenes”. Berikut rangkaian upaya tersebut:
- Permintaan maaf berulang: Selama dua hingga tiga bulan, Bigmo secara konsisten mengunggah video dan postingan yang menegaskan penyesalan serta klarifikasi atas konten yang dianggap melanggar fakta.
- Penghentian streaming: Bigmo menghentikan semua aktivitas streaming selama satu bulan penuh, menyatakan hal itu sebagai bentuk refleksi diri dan rasa hormat kepada pihak yang dirugikan.
- Kontak pribadi melalui jaringan pertemanan: Ia menghubungi teman‑teman dekat Azizah serta mutual friends yang memiliki kedekatan dengan keluarga Zize, berharap pesan permintaan maaf dapat tersampaikan secara lebih personal.
- Pertemuan tatap muka: Akhirnya, Bigmo mengatur pertemuan hangat di kantor sekretariat keluarga Minang, tempat ia menyampaikan permintaan maaf secara langsung di hadapan orangtua Azizah.
Pengakuan di Tengah Media
Pada Senin, 13 April 2026, saat diwawancarai di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Bigmo mengungkapkan bahwa konsistensi dalam meminta maaf menjadi kunci utama terbukanya pintu perdamaian. “Kalau itu mungkin aku bisa nerangkan sedikit ya. Pertama dari segi awal konten… aku selalu minta maaf dan menjelaskan apa yang abang aku sampaikan tuh udah tidak sesuai fakta yang ada,” ujar Bigmo.
Ia menambahkan, penghentian streaming bukan karena tekanan eksternal, melainkan karena merasa kurang etis untuk bersenang‑senang saat masih berada dalam posisi bersalah. “Kedua, aku juga kan udah sebulan nggak streaming ya, itu karena bukan karena ada suruhan atau apa‑apa sih, lebih ngerasa kurang etis saja ketika kau lagi di posisi bersalah dan waktu mesti mungkin ketawa‑tawa atau mesti ngapain kayak kurang etis saja,” jelasnya.
Reaksi Keluarga Azizah dan Dampak Hukum
Setelah serangkaian upaya tersebut, laporan resmi yang diajukan oleh keluarga Zize akhirnya dicabut. Proses hukum yang sempat mengancam karier Bigmo berakhir dengan kesepakatan damai, di mana keluarga Azizah menerima permintaan maaf yang disampaikan secara langsung. Bagi Bigmo, pengampunan tersebut memiliki nilai lebih tinggi daripada materi, karena ia menyadari bahwa “keberanian untuk mengakui kesalahan jauh lebih berharga daripada mempertahankan ego”.
Langkah Selanjutnya dalam Karier
Dengan beban hukum yang kini terlepas, Bigmo menyatakan kesiapan untuk kembali berkarya dengan semangat baru. Ia bertekad mengedepankan konten yang lebih positif dan bijak dalam bersosial media, menjauhkan diri dari praktik penyebaran hoaks. Meski masih ada rumor bahwa ia terlibat dalam kontroversi lain, seperti tuduhan menyinggung Marapton besutan Reza Arap, Bigmo membantah keras dan menegaskan bahwa komentar tersebut hanyalah bentuk pujian.
Situasi ini menjadi pelajaran penting bagi para content creator: popularitas yang diperoleh melalui penurunan orang lain bersifat sementara, sementara reputasi yang dibangun atas dasar integritas akan bertahan lebih lama. Bigmo kini menatap masa depan dengan harapan dapat memperbaiki citra publiknya dan tetap relevan di industri hiburan digital yang kompetitif.
Secara keseluruhan, perjalanan Bigmo dari viral dijodohkan netizen hingga membuka suara secara terbuka tentang proses perdamaian dengan Azizah Salsha menunjukkan dinamika kompleks antara dunia maya, hukum, dan nilai‑nilai pribadi. Kasus ini menegaskan pentingnya tanggung jawab dalam berkarya di era digital, serta menggarisbawahi kekuatan maaf sebagai katalis perubahan positif.



















