Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 10 April 2026 | Kasus pernikahan sesama jenis yang viral di Malang kembali menjadi sorotan publik setelah muncul klarifikasi dari Erfastino Reynaldi, 36 tahun, yang dikenal dengan nama Rey Malawat atau Yupi Rere. Rey mengaku bahwa dirinya adalah seorang perempuan dan menolak semua tuduhan penipuan yang dilontarkan oleh Intan Anggraeni, 28, yang mengaku sebagai istri sahnya.
Kronologi Kasus
Pada awal April 2026, video pernikahan antara Rey dan Intan beredar luas di media sosial, memicu perdebatan mengenai legalitas pernikahan sesama jenis di Indonesia. Tak lama kemudian, Intan mengajukan tuduhan bahwa Rey berjanji akan membeli rumah dan mobil Lamborghini senilai ratusan juta rupiah, serta menuduh Rey berusaha membunuhnya setelah ia mengetahui identitas gender Rey.
- Rey mengaku pernah membantu membayar utang Intan hingga sekitar Rp200 juta.
- Intan menuduh Rey menjanjikan rumah dan mobil mewah, serta mengancam keselamatannya.
- Rey membantah semua tuduhan, menyatakan tidak pernah berjanji rumah atau mobil.
- Rey menegaskan bahwa rencana perjalanan ke luar negeri yang disebut Intan hanyalah terapi di Yogyakarta.
Menurut Rey, bantuan finansial tersebut mencakup pembayaran utang kartu kredit, cicilan motor, serta biaya pendidikan anak Intan, dengan total mencapai sekitar Rp200 juta. Ia menegaskan bahwa semua bantuan diberikan tanpa imbalan apa pun dan bukan merupakan bagian dari perjanjian apa pun.
Pernyataan Rey
Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada Jumat, 10 April 2026, Rey menyampaikan bahwa ia memang beridentitas perempuan, namun tidak ada niat menipu atau mengintimidasi Intan. “Saya tidak pernah menjanjikan mobil atau rumah mewah. Saya hanya membantu secara finansial selama hubungan kami, termasuk melunasi utang-utang yang menumpuk,” kata Rey.
Rey juga menolak tuduhan bahwa ia berencana mengajak Intan ke Kamboja. Menurutnya, rencana perjalanan yang dibicarakan adalah ke Jogja untuk menjalani terapi karena Intan mengalami cedera kaki yang diduga akibat kekerasan dalam hubungan sebelumnya.
Lebih jauh, Rey menegaskan bahwa hubungan mereka telah berakhir secara damai dan bahwa ia tidak memiliki niat untuk mengancam nyawa Intan. “Saya tidak pernah mengintimidasi atau mengancam (membunuh) Intan,” tegasnya.
Reaksi Publik dan Hukum
Kasus ini menuai beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian netizen menilai bahwa pernikahan sesama jenis masih menjadi isu sensitif di Indonesia dan mengkritik keberanian Rey mengumumkan identitas gendernya secara terbuka. Sementara itu, kelompok hak LGBTQ+ mengapresiasi keterbukaan Rey sebagai langkah maju dalam memperjuangkan hak-hak minoritas gender.
Dari sisi hukum, pernikahan sesama jenis belum diakui secara resmi di Indonesia. Oleh karena itu, otoritas setempat masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penipuan finansial serta potensi pelanggaran hukum lain yang mungkin timbul dari kasus ini.
Kesimpulan
Kasus Rey dan Intan menyoroti kompleksitas hubungan pribadi yang melibatkan identitas gender, isu hukum pernikahan, serta dinamika keuangan dalam hubungan intim. Klarifikasi Rey yang menolak tuduhan penipuan dan ancaman menunjukkan adanya perbedaan persepsi yang signifikan antara kedua belah pihak. Sementara proses penyelidikan masih berlangsung, publik diharapkan dapat menunggu hasil resmi tanpa terjebak dalam spekulasi yang dapat memperkeruh situasi.