Misteri Pamit Jaring Ikan: Pria 30 Tahun Diduga Tenggelam di Muara Sungai Opak, Bantul

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 29 Maret 2026 | Sabtu (28/3/2026), warga Tirtohargo, Kretek, Bantul dikejutkan oleh laporan hilangnya seorang pria berusia 30 tahun yang sempat berpamitan kepada keluarga untuk menebar jaring ikan di muara Sungai Opak. Hingga sore hari, korban belum kembali, memicu aksi pencarian intensif oleh tim SAR gabungan dan kepanikan di kalangan warga sekitar.

Kronologi Kejadian

Pukul 02.00 WIB, korban bernama Yunanta (30) meninggalkan rumah dengan sepeda motor, perahu kecil (getek), dan perlengkapan memancing. Ia mengabarkan akan menebar jaring di area muara yang dikenal memiliki aliran cukup deras pada dini hari. Sekitar pukul 05.00 WIB, seorang saksi menemukan perahu getek terbalik, rusak, serta sepeda motor yang masih terkunci di tepi sungai. Tidak ada tanda-tanda korban di sekitar.

Baca juga:
Tragedi Selancar Parangtritis: Remaja Hilang, SAR Bergulir Tanpa Henti

Pada pukul 12.40 WIB, Humas Kantor SAR Yogyakarta, Pipit Eriyanto, menerima laporan resmi dari keluarga bahwa Yunanta belum kembali sejak pagi. Warga setempat kemudian melakukan pencarian mandiri di hutan mangrove dan tepian sungai, namun tidak menemukan jejak manusia.

Upaya Pencarian oleh Tim SAR

Tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas Yogyakarta segera dikerahkan. Operasi dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU):

  • SRU I menyiapkan empat perahu karet LCR dan satu perahu jukung untuk penyisiran air dalam radius 500 meter dari lokasi kejadian.
  • SRU II melakukan penyisiran darat ke arah timur sejauh 500 meter.
  • SRU III menyisir wilayah barat dengan jarak yang sama.
  • SRU IV memanfaatkan drone thermal untuk pemantauan udara pada radius 500 meter.

Cuaca pada hari kedua pencarian dinyatakan cerah, sehingga tidak menghambat proses. Hingga pukul 16.00 WIB, tim masih belum menemukan korban, sehingga pencarian dilanjutkan hingga malam hari.

Kondisi dan Dugaan Penyebab

Temuan perahu getek yang terbalik menjadi petunjuk utama bahwa korban kemungkinan terjatuh ke dalam arus sungai. Muara Sungai Opak dikenal memiliki arus kuat dan kedalaman yang bervariasi, terutama pada waktu pasang. Tidak ada laporan kecelakaan kapal besar atau aktivitas berbahaya lain yang dapat menjelaskan hilangnya korban.

Baca juga:
Tragedi di Danau Singkarak: Bocah 7 Tahun Tenggelam, Tim SAR Bergotong Royong Cari Korban

Menurut tim SAR, tidak ada tanda-tanda kecelakaan lain, seperti serpihan logam atau bahan berbahaya. Namun, ketiadaan tubuh atau barang pribadi Yunanta di lokasi membuat penyelidikan masih bersifat hipotesis.

Reaksi Masyarakat dan Keluarga

Keluarga korban mengungkapkan keprihatinan mendalam, terutama kakak korban yang secara aktif ikut mencari di hutan mangrove. Warga setempat juga bersatu, membantu mengangkat perahu getek yang terdampar dan menyediakan lampu senter serta makanan bagi relawan SAR.

Beberapa warga mengingatkan pentingnya keselamatan saat memancing di daerah rawan arus deras, khususnya pada dini hari. Mereka menekankan perlunya penggunaan jaket pelampung dan peralatan komunikasi yang memadai.

Langkah Selanjutnya

Tim SAR menyatakan bahwa pencarian akan berlanjut pada keesokan harinya dengan memperluas radius pencarian hingga satu kilometer. Jika tidak ada temuan, pihak berwenang berencana mengajukan permohonan bantuan teknis tambahan, termasuk penggunaan kapal penyelam berdaya tarik tinggi.

Baca juga:
Drama Evakuasi 9 Jam: Lisa Pratiwi Tertahan di Bawah Batu Air Terjun Tibu Ijo Lombok

Selain itu, Basarnas akan melakukan evaluasi prosedur keamanan bagi pemancing lokal, termasuk sosialisasi penggunaan peralatan keselamatan dan peta zona berbahaya.

Kasus ini masih menjadi misteri, dan harapan besar keluarga serta masyarakat tergantung pada hasil pencarian selanjutnya. Semua pihak diimbau untuk tetap tenang dan mendukung upaya penyelamatan.