Puluhan Ojek Online Demo di Kantor Saiful Mujani: Tuntut Maaf dan Penangkapan setelah Seruan ‘Gulingkan Prabowo’

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 14 April 2026 | Jakarta, 14 April 2026 – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) turun ke jalan pada Selasa siang untuk memprotes pernyataan kontroversial Saiful Mujani, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Aksi yang berlangsung di depan kantor SMRC, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, menuntut permintaan maaf publik serta penangkapan Saiful Mujani atas dugaan seruan makar yang mengajak masyarakat menggulingkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Latihan Demonstrasi Dimulai Pukul 12.00 WIB

Kerumunan massa muncul sekitar pukul 12.00 WIB dengan satu mobil komando yang melaju menuju kantor SMRC. Para pengendara tampak seragam mengenakan jaket berwarna hijau kuning serta kaos bertuliskan “Kongres Perhimpunan Ojek Online”. Beberapa peserta juga membawa bendera komunitas ojol. Polisi sudah menyiapkan pengamanan di lokasi sejak pukul 11.00 WIB, menempatkan puluhan satuan di beberapa titik strategis meski demonstrasi baru saja dimulai.

Baca juga:
Roy Suryo Skakmat Rismon Sianipar: Bukti Ijazah Jokowi Terungkap, Gelagat Janggal 5 Hari Sebelum RJ

Orasi dan Tuntutan Utama

Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online Indonesia, Cecep Syafrudin, memimpin orasi dari atas mobil komando. Ia menegaskan bahwa pernyataan Saiful Mujani yang menyebutkan “gulingkan Prabowo” berpotensi menimbulkan konflik sosial dan menodai stabilitas politik negara. “Narasi yang dibangun mengarah pada tindakan ilegal, bukan prosedur konstitusional seperti impeachment,” ujar Cecep.

Cecep menambahkan bahwa pemerintah saat ini telah memberikan perhatian khusus kepada pengemudi ojol, termasuk peluncuran Bonus Hari Raya (BHR) yang merupakan hak istimewa pertama bagi mereka. Ia menilai bahwa seruan Saiful Mujani justru merusak hubungan baik yang telah terjalin antara komunitas ojol dan pemerintah.

Selama demonstrasi, massa menyuarakan dua tuntutan utama:

Baca juga:
PPPK Paruh Waktu Dapat Keputusan Mengejutkan: KemenPANRB & BKN Siapkan Solusi Menggembirakan!
  • Saiful Mujani diminta meminta maaf secara terbuka melalui media televisi dan daring.
  • Polisi segera mengusut pernyataan tersebut sebagai tindakan makar dan menindak Saiful Mujani secara hukum.

Selain itu, Cecep memperingatkan bahwa jika tuntutan tidak dipenuhi dalam tiga hari, aksi akan kembali dengan massa yang lebih besar.

Reaksi Pemerintah dan Polisi

Petugas keamanan tetap berada dalam keadaan siaga, mengawasi jalannya demonstrasi tanpa terjadi kerusuhan. Hingga saat penulisan artikel ini, belum ada laporan penangkapan atau tindakan hukum terhadap Saiful Mujani. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan ajakan makar tersebut.

Konstelasi Politik dan Dampak Terhadap Komunitas Ojol

Presiden Prabowo Subianto, yang selama masa kepemimpinannya dikenal mendukung kebijakan sosial bagi pekerja informal, mendapat dukungan tegas dari para pengemudi ojol. Seorang orator di atas mobil komando menyatakan, “Bapak Presiden Prabowo Subianto adalah presiden terbaik kami, beliau peduli dengan rakyat kecil, termasuk kami yang mengemudi ojek online.”

Baca juga:
Takut Bicara Politik? Mayoritas Warga Prabowo Subianto Tingkatkan Kekhawatiran Hingga 53%

Komunitas ojol menilai bahwa kebijakan BHR dan komunikasi yang lancar dengan pemerintah merupakan bukti komitmen negara dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, pernyataan Saiful Mujani dipandang sebagai ancaman terhadap stabilitas hubungan tersebut.

Kesimpulan

Demonstrasi ojol di depan kantor SMRC menandai salah satu aksi politik paling menonjol pada tahun 2026, menggabungkan kepedulian sosial, tuntutan akuntabilitas publik, dan dinamika hubungan antara pemerintah dan sektor informal. Dengan puluhan pengendara berbaris rapi, tuntutan maaf dan penangkapan Saiful Mujani mencerminkan tekad komunitas ojol untuk melindungi hak-hak mereka serta menegakkan kepatuhan hukum dalam wacana politik nasional.