Skandal Pernikahan Siri Sesama Jenis di Malang: Intan Ungkap Janji Lamborghini, Rey Balas dengan Laporan Polisi

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 11 April 2026 | Kasus pernikahan siri antara dua perempuan di Malang kembali menjadi sorotan publik setelah kedua belah pihak saling melaporkan ke kepolisian. Intan Anggraeni (28) mengklaim bahwa Rey (36), yang menyamar sebagai pria saat mengikat ikatan tersebut, menjanjikan kemewahan berupa mobil Lamborghini dan rumah mewah. Sebaliknya, Rey mengajukan laporan balik dengan tuduhan pencemaran nama baik serta pemerasan setelah video pernikahan mereka menjadi viral di media sosial.

Latar Belakang Pernikahan Siri

Pernikahan siri antara Intan dan Rey dilangsungkan pada Jumat, 3 April 2026, di sebuah tempat yang tidak diumumkan secara resmi. Rey, yang juga dikenal dengan nama Yupi Rere, menyamar sebagai laki-laki selama proses pernikahan. Menurut keterangan Intan, ia terpesona oleh penampilan Rey yang menyerupai pria dan pada malam pertama setelah pernikahan, Rey mengungkapkan identitas aslinya sebagai perempuan.

Baca juga:
Dokter Kamelia Ungkap Naksir Reza Arap: Dari Tatap Muka hingga Proyek Bersama, Pacar Ammar Jadi Saksi

Intan mengaku baru mengetahui identitas asli Rey pada malam pertama pernikahan, ketika Rey memberi penjelasan tentang rencana masa depan mereka. Pada saat itu, Rey menjanjikan mobil Lamborghini serta rumah yang konon sudah dibayar dan akan diserahkan pada hari pernikahan. Janji-janji tersebut menjadi daya tarik utama bagi Intan, yang kemudian setuju untuk melanjutkan hubungan.

Pengungkapan Janji Kemewahan dan Dugaan Penipuan

Setelah pernikahan siri tersebut menjadi viral, Intan mengajukan laporan ke Polresta Malang Kota dengan tuduhan penipuan identitas. Ia menyatakan bahwa janji-janji kemewahan yang diberikan Rey ternyata tidak pernah terealisasi. Selain mobil dan rumah, Rey juga meminta Intan membuat paspor dengan iming-iming perjalanan ke luar negeri, yang kemudian tidak pernah terjadi.

Intan juga mengungkap bahwa selama hubungan, ia menerima sejumlah barang dari Rey, termasuk tas, sepatu, dan ponsel iPhone. Namun, setelah kasus ini mencuat, Rey menuntut pengembalian barang‑barang tersebut, menambah tekanan materiil pada Intan.

Laporan Balik Rey: Pencemaran Nama Baik dan Pemerasan

Menanggapi laporan Intan, Rey pada Rabu, 8 April 2026, melaporkan Intan ke Polres Batu dengan tuduhan pencemaran nama baik dan pemerasan. Rey menilai bahwa narasi media sosial yang menuduhnya melakukan penyamaran tidak akurat, karena ia mengklaim Intan sudah mengetahui identitasnya sejak awal hubungan.

Baca juga:
Terungkap! 4 Alasan Wanita Malang Tergiur Nikah Sesama Jenis dengan Janji Gaya Ivan Gunawan

Rey juga menambahkan bahwa selama menjalin hubungan sejak Februari 2026, ia telah menanggung berbagai biaya untuk kebutuhan Intan, termasuk melunasi utang pribadi Intan dan memberikan nafkah rutin. Ia menyatakan bahwa bukti transfer uang tersedia dalam jumlah banyak, yang menunjukkan komitmen finansialnya.

Aspek Hukum dan Penanganan Kasus

AKP Rahmad Aji Prabowo dari Polresta Malang Kota mengkonfirmasi penerimaan laporan Intan terkait dugaan penipuan identitas. Sementara itu, Polres Batu sedang menyelidiki laporan Rey tentang pencemaran nama baik dan pemerasan. Kedua laporan berada di yurisdiksi yang berbeda, sehingga kepolisian harus berkoordinasi untuk memastikan proses hukum berjalan secara adil.

Jika terbukti, penyamaran identitas dalam pernikahan siri dapat dikenai pasal‑pasal terkait penipuan, sementara tuduhan pencemaran nama baik dan pemerasan dapat menambah beban pidana bagi pihak yang bersangkutan. Namun, hingga kini belum ada keputusan akhir dari pihak kepolisian.

Reaksi Masyarakat dan Dampak Sosial

Kasus ini memicu perdebatan luas di kalangan netizen. Sebagian mengkritik praktik pernikahan siri sesama jenis sebagai pelanggaran norma, sementara lainnya menyoroti hak privasi dan kebebasan berpasangan. Viralitas video pernikahan menambah tekanan pada kedua pihak, mengingat eksposur publik yang intens.

Baca juga:
Rossa Tuding Fitnah Terorganisir, Sebut Kompetitor Sebagai Dalang; Tim Manajemen Luncurkan Somasi ke Puluhan Akun

Media sosial menjadi arena utama penyebaran informasi, dengan banyak pengguna menilai bahwa kasus ini mencerminkan kompleksitas hubungan modern yang melibatkan identitas gender, ekonomi, dan hukum. Diskusi seputar hak LGBTQ+ dan legalitas pernikahan siri turut mewarnai percakapan publik.

Kesimpulan

Kasus pernikahan siri antara Intan Anggraeni dan Rey di Malang menampilkan dinamika yang rumit: janji-janji kemewahan yang tidak terealisasi, tuduhan penipuan identitas, serta tuduhan pencemaran nama baik dan pemerasan. Kedua belah pihak kini menunggu proses hukum yang sedang berjalan, sementara masyarakat terus memantau perkembangan kasus yang menjadi sorotan nasional. Kejadian ini menegaskan pentingnya kejelasan identitas, transparansi hubungan, dan perlindungan hukum bagi semua pihak yang terlibat.

Tinggalkan komentar