Eks Kapten Barcelona Sergi Roberto Percaya Como Bisa Lolos Liga Champions, Meski Fabregas Peringatkan

Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 11 April 2026 | Sergi Roberto, gelandang asal Spanyol yang pernah mengemban tongkat kapten Barcelona, kini menjadi suara optimis bagi Como 1907. Dalam sebuah wawancara eksklusif, sang veteran menegaskan keyakinannya bahwa tim I Lariani berada di jalur tepat untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan, meski pelatih sekaligus mantan bintang Barcelona, Cesc Fabregas, telah melontarkan peringatan agar ambisi tidak mengaburkan fokus.

Como kembali menancapkan diri di Serie A pada musim 2024-2025 setelah absen lebih dari dua dekade. Pada kampanye itu, klub berhasil bertahan di papan tengah klasemen dengan menempati posisi kesepuluh. Keberhasilan tersebut menjadi pijakan kuat bagi tim yang kini menargetkan zona Liga Champions. Hingga akhir pekan ini, Como berada di peringkat keempat, satu posisi di atas batas bawah zona UCL, menandakan mereka berada tepat di ambang tiket ke kompetisi paling bergengsi di Eropa.

Baca juga:
Drama Penalti Memporak-porandakan Harapan Atletico Madrid: Simeone Gagal Raih Copa del Rey

Keyakinan Roberto tentang Masa Depan Como

“Masuk ke Liga Champions berarti membuat sejarah bagi klub kami,” ujar Roberto, dikutip dari pernyataan yang diberikan kepada media lokal. “Tahun lalu, prioritas utama kami adalah bertahan di Serie A. Namun kini ekspektasi meningkat, dan kami siap berjuang untuk tempat di kompetisi Eropa.”

Roberto menambahkan bahwa semangat kebersamaan menjadi faktor penentu. “Kekuatan kami adalah rasa kekeluargaan. Setiap pemain memahami peran masing‑masing dan berkomitmen pada tujuan bersama,” katanya.

Fabregas Mengingatkan Agar Fokus Tetap pada Pertandingan

Di sisi lain, Cesc Fabregas, yang kini melatih tim muda Como, tidak ragu menyuarakan kekhawatirannya. Ia menegaskan pentingnya tetap realistis dan tidak terlalu mengandalkan mimpi. “Saya tahu ambisi mereka, tetapi kita tidak boleh berpikir bahwa kita lebih kuat dari klub‑klub besar seperti AC Milan, Inter Milan, atau Napoli,” tegas Fabregas.

Baca juga:
Steven Gerrard Desak Mikel Arteta Mainkan Eze & Saka dari Awal Leg Kedua Arsenal vs Atletico Madrid

Fabregas juga menyoroti sikap winger muda Nicolas Kuehn yang menurutnya terlalu mengidolakan Liga Champions. “Kuehn berasal dari Liga Champions, tapi ia harus tetap fokus pada setiap laga yang ada,” ujarnya, menambahkan bahwa pemain harus menahan diri dari over‑optimisme.

Statistik dan Posisi Terkini Como di Serie A

  • Pertandingan dimainkan: 28
  • Kemenangan: 12
  • Seri: 8
  • Kekalahan: 8
  • Poin: 44
  • Posisi klasemen: 4

Dengan performa ini, Como berada di zona yang secara matematis masih memungkinkan untuk mengamankan tiga tempat teratas yang menjamin masuk langsung ke fase grup Liga Champions. Namun, persaingan ketat dari klub‑klub tradisional Italia menuntut konsistensi tinggi.

Strategi Tim dan Tantangan Mendatang

Roberto menekankan pentingnya konsistensi taktis. “Kami harus terus meningkatkan pertahanan, memperkuat lini serang, dan menjaga stabilitas mental,” katanya. Sementara Fabregas menekankan disiplin dalam pelatihan. “Kami sedang membangun proyek jangka panjang yang dapat dijadikan contoh bagi klub‑klub lain,” ujarnya.

Baca juga:
Robert Lewandowski di Barcelona: Tantangan Usia, Performa Menurun, dan Harapan di Tengah Krisis Serang Barca

Meski semangat tim tinggi, kedua tokoh ini sepakat bahwa tantangan utama adalah melawan diri sendiri. “Hari ini tantangannya adalah mengatasi keraguan internal, bukan sekadar melawan lawan di lapangan,” kata Fabregas.

Seiring musim 2025-2026 mendekat, Como bertekad menjadikan posisi keempat sebagai pijakan awal untuk melaju ke zona Liga Champions. Dengan dukungan dari pemain berpengalaman seperti Sergi Roberto dan arahan taktis dari Cesc Fabregas, harapan klub untuk menorehkan sejarah di panggung Eropa tampak semakin realistis.

Jika Como mampu mempertahankan performa ini, mereka tidak hanya akan menambah kebanggaan kota Como, tetapi juga menantang dominasi klub‑klub besar Italia di kompetisi tertinggi. Keberhasilan tersebut akan menjadi bukti bahwa kerja keras, kebersamaan, dan keseimbangan antara ambisi serta realisme dapat menghasilkan hasil yang luar biasa.