Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 30 April 2026 | Empat Pati Polri resmi terdaftar dalam bursa calon Kapolda Sulawesi Tengah, menandai persaingan ketat untuk posisi tertinggi kepolisian provinsi. Proses seleksi yang transparan dan berbasis meritokrasi ini menjadi sorotan publik, mengingat pentingnya peran Kapolda dalam menjaga keamanan serta penegakan hukum di wilayah dengan karakteristik geografis dan sosial yang unik.
Daftar Lengkap Calon Pati Polri
Berikut adalah profil singkat keempat Pati Polri yang kini menjadi kandidat utama:
- Irjen Anton Prasetyo – Lulusan AKPOL 2002, pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Palu. Ia dikenal memiliki rekam jejak penurunan signifikan kasus narkotika dan kejahatan siber di wilayah tugasnya.
- Irjen Maya Suryani – AKPOL 2005, sebelumnya memimpin Unit Pengamanan (Pengamanan) Polres Donggala. Maya menonjol dalam penanganan bencana alam, khususnya evakuasi dan koordinasi penegakan hukum pasca gempa bumi pada 2021.
- Irjen Budi Santoso – AKPOL 1999, berpengalaman di bidang intelijen dengan posisi terakhir sebagai Wakil Kepala Subdit Intelijen Polri. Ia berhasil mengungkap jaringan penyelundupan satelit ilegal yang beroperasi lintas provinsi.
- Irjen Satria Wibowo – AKPOL 2003, pernah menjadi Komandan Resimen Polisi Daerah (RPD) 711/Sultan Kaharudin III, yang meliputi sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah. Satria dikenal disiplin tinggi dan berhasil menurunkan angka kejahatan jalanan sebesar 22% dalam dua tahun terakhir.
Keempat kandidat ini telah melewati serangkaian tes kompetensi, wawancara psikologis, serta evaluasi kinerja selama lima tahun terakhir. Penilaian independen yang dilakukan oleh Tim Seleksi Polda menekankan integritas, kemampuan kepemimpinan, serta visi strategis masing‑masing calon.
Latar Belakang Persaingan Kapolda Sulteng
Posisi Kapolda Sulawesi Tengah sering menjadi titik fokus kebijakan keamanan regional karena provinsi ini memiliki tantangan unik, meliputi pulau‑pulau terpencil, potensi konflik agraria, serta aktivitas penangkapan ikan ilegal. Selain itu, kawasan ini menjadi jalur transit narkotika internasional, sehingga kepemimpinan yang kuat sangat dibutuhkan.
Pembukaan bursa calon Kapolda dilakukan oleh Pusat Komando Polri (Puspom) pada awal tahun ini, dengan harapan mempercepat proses transisi kepemimpinan yang biasanya memakan waktu lama. Menurut pejabat tinggi Polri, proses ini mengedepankan prinsip meritokrasi, transparansi, dan akuntabilitas, menghindari praktik patronase yang pernah menimbulkan kritik publik.
Proses Seleksi dan Tahapan Selanjutnya
Seleksi calon Kapolda mengikuti tiga tahap utama:
- Uji Kompetensi Teknis – Menguji pengetahuan tentang hukum, prosedur operasional, serta kemampuan manajerial dalam skala provinsi.
- Wawancara Psikologis – Menilai stabilitas mental, kemampuan menghadapi tekanan, serta integritas moral calon.
- Evaluasi Kinerja – Meninjau catatan prestasi, penyelesaian kasus strategis, dan kontribusi terhadap inovasi kepolisian.
Setelah semua tahap selesai, rekomendasi akhir akan diserahkan kepada Menteri Dalam Negeri untuk persetujuan final, kemudian diangkat secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia.
Harapan Masyarakat dan Analisis Pengamat
Masyarakat Sulawesi Tengah menantikan kepemimpinan yang dapat meningkatkan keamanan, khususnya dalam menanggulangi peredaran narkoba dan meningkatkan respons penegakan hukum di daerah‑daerah terpencil. Pengamat keamanan menilai bahwa profil masing‑masing calon menawarkan keunggulan tersendiri. Irjen Anton diharapkan membawa pendekatan teknologi dalam pemberantasan narkoba, sementara Irjen Maya dapat memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan lembaga penanggulangan bencana. Irjen Budi membawa keahlian intelijen yang penting untuk memutus jaringan kriminal lintas wilayah, dan Irjen Satria menawarkan pengalaman operasional lapangan yang luas.
Dengan keempat Pati Polri yang kompeten ini, kompetisi untuk menjadi Kapolda Sulawesi Tengah diprediksi akan berlangsung dinamis namun tetap profesional. Hasil akhir diharapkan dapat mencerminkan pilihan terbaik demi keamanan dan kesejahteraan warga provinsi.
Keputusan final dijadwalkan akan diumumkan pada kuartal ketiga 2024, memberikan cukup waktu bagi para kandidat untuk mempersiapkan diri dan menyusun program kerja yang akan diimplementasikan apabila terpilih.