Berita Hari Ini Terlengkap di Asia – KGNews.asia – 26 April 2026 | Jelang Kongres VII Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) yang dijadwalkan akhir April 2026, persaingan calon Ketua Umum semakin memanas. Salah satu tokoh yang menonjol adalah Michael Wattimena, mantan anggota DPR RI dan kini menjabat sebagai komisaris PT Pertamina International Shipping serta Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Profil Calon dan Pasangan
Michael Wattimena mengajukan diri sebagai calon Ketua Umum periode 2026‑2030 bersama Penrad Siagian, anggota DPD RI, yang akan menjadi calon Sekretaris Jenderal. Kedua nama tersebut didorong oleh pengurus daerah PIKI yang menilai mereka memiliki kapasitas strategis untuk membawa organisasi ke level yang lebih tinggi.
Di antara daftar calon lain, terdapat Badikenita Putri Sitepu yang sedang menjabat sebagai petahana, Audy Wuisan yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PIKI, serta Iwan Butarbutar, tokoh senior yang pernah memegang posisi penting dalam organisasi.
- Badikenita Putri Sitepu (petahana)
- Audy Wuisan (Sekretaris Jenderal)
- Iwan Butarbutar (senior)
Visi dan Misi Michael Wattimena
Wattimena menekankan bahwa PIKI tidak boleh terjebak dalam rutinitas stagnan. Ia mengusung tema “Bertanding untuk Bersanding, Melayani Gereja, Masyarakat, dan Negara” sebagai panggilan untuk organisasi agar lebih berani keluar dari zona nyaman dan memberikan solusi konkret bagi persoalan bangsa.
Menurutnya, kontribusi intelektual PIKI selama ini belum optimal dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat. Ia berencana menjadikan PIKI sebagai rumah besar bagi para cendekiawan Kristen yang dapat memberikan masukan kebijakan, khususnya dalam bidang ekonomi, sosial, dan geopolitik.
Latar Belakang Politik dan Ekonomi
Michael Wattimena pernah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat. Pengalaman legislatif tersebut dipadukan dengan peranannya di sektor energi memberi perspektif luas tentang tantangan nasional. Ia memuji kebijakan Presiden Prabowo Subianto, khususnya pencapaian swasembada beras dan stabilitas harga BBM, sambil mengingatkan bahwa kondisi geopolitik global tetap tidak menentu.
Wattimena menyoroti pentingnya PIKI berperan aktif dalam mengatasi distorsi ekonomi‑politik yang muncul akibat tekanan luar negeri. Ia berharap organisasi dapat menjadi jembatan antara komunitas gereja, akademisi, dan pemerintah.
Komitmen Jangka Pendek
Jika terpilih, Michael Wattimena berjanji hanya akan menjabat satu periode, menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan. Ia juga mengajak seluruh anggota PIKI untuk berpartisipasi dalam forum‑forum kebijakan, menghasilkan rekomendasi yang dapat diuji di lapangan.
Harapannya, PIKI akan bertransformasi menjadi kekuatan intelektual yang progresif, berani, dan relevan dengan kebutuhan zaman, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.